JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Hati-hati, Satlantas Gelar Razia Malam Hari

Hati-hati, Satlantas Gelar Razia Malam Hari

298

SOLO– Satlantas Polresta Surakarta memaksimalkan Operasi Patuh Candi mulai 9-22 Mei atau selama 14 hari untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pelanggaran lalulintas selama pelaksanaan razia akan ditindak dengan e-tilang atau sistem tilang secara elektronik.

“Kami akan menggelar Operasi  Patuh Candi saat jam berangkat kerja dan jam pulang kerja karena lakalantas sering terjadi pada jam padat. Satlantas juga menggelar razia pada malam hari pukul 18.00 WIB sampai 21.00 WIB,” tutur Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Imam Syafi’i

Sebanyak 191 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di Kota Solo selama kurun waktu mulai Januari hingga awal Mei ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 orang di antaranya meninggal dunia menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Imam Syafi’i menuturkan, secara umum jumlah angka lakalantas di Kota Solo tahun ini turun 12 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu 216 kasus.

“Mayoritas kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan-jalan dengan traffic kedaraan tinggi seperti Jl. Ahmad Yani, Jl. Adisucipto, Jl. Slamet Riyadi, dan Jl. Juanda. Kemudian untuk korban meningal dunia akibat lakalantas sebagian besar terjadi saat perjalanan ke rumah sakit. Maka kami perlu melatih warga di daerah rawan kalalantas agar bisa memberikan pertolongan pertama kepada korban,” ungkapnya kepada wartawan seusai apel pasukan Operasi Patuh Candi 2017 di Mapolresta, Selasa (9/5).

Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo, mengutarakan, Operasi Patuh Candi dilakukan serentak di Indonesia. Dalam hal ini, Polresta Surakarta berkomitmen menurunkan jumlah kasus lakalantas di Solo dengan gencar melakukan razia dan sosialisasi tertib berlalu lintas. “Kami ingin mendidik warga agar tertib berlalu lintas saat berada di jalan raya. Warga jangan hanya tertib berlalu lintas saat ada razia,” pungkasnya.

#Triawati Prihatsari Purwanto

 

BAGIKAN