JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Hebat, Tiga Desa di Sukoharjo Ini Miliki Pengolahan Sampah Terpadu

Hebat, Tiga Desa di Sukoharjo Ini Miliki Pengolahan Sampah Terpadu

55
BAGIKAN
TINJAU MESIN — Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya (tengah) didampingi Kepala DPUPR, Suradji (dua kiri) sedang meninjau salah satu mesin di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Kwarasan, Senin (15/5). Foto : JOGLOSEMAR | Dynda Wahyu Wardhani

SUKOHARJO – Sampah akan menjadi berlian di tiga desa di Kabupaten Sukoharjo. Sebab mulai saat ini sampah menjadi salah satu hal yang bisa dimanfaatkan dan menjadi sebuah penghasilan bagi warga Desa Gonilan, Desa Gumpang, keduanya di Kecamatan Kartasura dan Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol.

Hal tersebut dikarenakan tiga desa tersebut telah mendapatkan bantuan dari Pemkab Sukoharjo untuk merealisasikan pengelolaan sampah terpadu. Dana yang digelontorkan untuk setiap desa yakni Rp 580 juta.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bina Sakina, Suroto.

Adapun delapan mesin yang digunakan dalam pengelolaan sampah. Seperti dua mesin pencacah, dua   conveyor, pengayak, pengering, mixer dan granulator.

“Setelah ini kami akan lakukan sosialisasi 3R, Reduce, Reuse dan Recycle terlebih dahulu kepada warga sekitar dua hingga tiga bulan ke depan. Karena partisipasi warga dalam  mengelola sampah rumah tangga itu yang terpenting. Kalau warga sudah paham caranya, nanti akan mulai kami efektifkan penggunaan mesin,” ungkapnya usai peresmian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Kwarasan, Senin (15/5/2017).

Sementara Kepala Desa Kwarasan, Suratno menuturkan bahwa selama ini memang keberadaan sampah begitu meluap. Adanya TPST tersebut sudah ditunggu selama lima tahun lamanya.

TINJAU MESIN — Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya (tengah) didampingi Kepala DPUPR, Suradji (dua kiri) sedang meninjau salah satu mesin di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Kwarasan, Senin (15/5). Foto : JOGLOSEMAR | Dynda Wahyu Wardhani

Ia menjelaskan di dalam ruangan seluas 3.700 meter tersebut ada banyak alat dan mesin yang sangat mahal dan berharga.

Namun disayangkan tidak ada pagar untuk penjagaan barang-barang tersebut. Alhasil, warga harus bergantian berjaga 24 jam.

“Kami mohon ada bantuan dari Pemkab untuk membangun pagar di sekitar pabrik. Karena kami takut nanti barang itu akan hilang padahal itu adalah amanah,”ulasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya berjanji akan membantu dalam pembangunan pagar senilai Rp 140 juta. Dimaksudkan agar TPST lebih aman, indah dan terjaga.

“Sampah itu adalah emas yang terpendam. Sukses tidaknya pengelolaan sampah itu tergantung rakyatnya. Harus bisa dipilih antara sampah yang masih digunakan untuk diolah. Atau sampah yang memang benar-benar layak dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS),” tuturnya.

Dynda Wahyu Wardhani