Hilangnya Ruang Imajinasi

Hilangnya Ruang Imajinasi

38
Ilustrasi | Dok Joglosemar

      Sekali lagi muncul sebuah berita yang mencemaskan, yakni Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kelurahan Semanggi dalam keadaan terlantar. Salah satu contohnya, TBM Pelita yang dirintis  sejak tahun 2009 itu hingga kini belum memiliki ruang khusus perpustakaan. Operasional praktis hanya mengandalkan rumah milik warga.

        Selain masalah fisik, ketersediaan buku juga menjadi problem tersendiri. Nasib yang tak jauh berbeda terjadi di TBM Atria di Kelurahan yang sama. Bahkan, TBM ini tidak terdaftar dalam data milik Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinas PPPA PM).

        Pengelola taman baca tersebut mengaku selama ini belum memperoleh perhatian serius dari dinas terkait maupun dari pihak kelurahan. Meskipun demikian, pihaknya tak lelah mengajukan proposal bantuan guna menyelesaikan proses pembangunan gedung.

Apapun bentuk upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak sangat perlu diapresiasi. Minat baca yang baik, selain akan meningkatkan wawasan anak terhadap berbagai macam ilmu pengetahuan, dapat pula mengasah insting dan empati anak terhadap sesama.

Pola pikir dan pola sikap anak juga akan ikut terbentuk dengan baik melalui bacaan-bacaan yang dilahapnya. Tentu saja, dalam konteks ini adalah bacaan yang bermutu dan sehat. Bacaan yang sehat dan bermutu akan sangat membantu anak untuk menghidupkan imajinasi anak.

1
2
BAGIKAN