JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Ini Cara Mengelola Cinta Agar Tidak Tergelincir!

Ini Cara Mengelola Cinta Agar Tidak Tergelincir!

95
BAGIKAN
Ilustrasi

Orang bilang cinta itu buta. Cinta bisa membuat gila. Cinta itu sahabatnya nafsu, jaraknya ibarat hanya seuntai rambut. Tapi orang bilang cinta itu suci. Cinta adalah getar-getar misteri yang mampu mempertautkan hati dua orang yang bahkan belum saling kenal sebelumnya.  Remaja bilang, cinta bikin hati klepek-klepek. Sementara nenek bilang: “Jangan main cinta,  itu berbahaya!”

Mana yang benar dari semua itu? Mungkin semuanya benar, tapi mungkin juga semuanya tidak benar. Orang kalau sudah kadung cinta, mata bisa mendadak menjadi buta. Hitam bisa tampak putih, biru terlihat hijau dan hijau memancar ungu.

Cinta itu soal rasa, hati, rohaniah, dan nafsu soal jasmaniah.  Namun manusia adalah kesatuan jasmani dan rohani. Ketika cinta  sudah menguasai diri seseorang, mata hati kadang menjadi gelap dan lupa bahwa antara yang rohani dan jasmani itu ada batas normanya. Ketika norma itu dilanggar, sadarlah bahwa seseorang telah terjebak dalam nafsu. Bukan lagi cinta yang suci.

Jadi benarkah kata nenek cinta itu berbahaya? Itu tergantung masing-masing orang. Ketika orang mampu mengendalikan cinta, maka cinta bisa menjadi berkah. Namun bila orang sudah dikuasai cinta, maka alamat dia riskan tergelincir dalam nafsu badaniah. Jika norma  dilanggar, hukum  akan bicara.

Dulu,    Adam dan Hawa diberi anugerah cinta oleh Tuhan untuk beranak-pinak memenuhi bumi. Lalu dalam perkembangannya muncul  etika dan  moral yang terangkum dalam satu norma dan tatanan. Persatuan antara pria dan wanita sifatnya suci dan dikekalkan dalam sumpah agama.