JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ini Dia, Giliran Rumah Dalang Kondang di Sragen Dieksekusi

Ini Dia, Giliran Rumah Dalang Kondang di Sragen Dieksekusi

2249
BAGIKAN
Joglosemar | Wardoyo
EKSEKUSI PAKSA—Puluhan personel kepolisian saat mengawal proses pengosongan rumah milik ki dalang Jumadi Lepdo Carito yang dieksekusi karena tak bisa melunasi pinjamannya di bank, Selasa (2/5/2017).

SRAGEN– Setelah menimpa mantan pesinden kenamaan Sragen, Sulani (60), kasus eksekusi aset lantaran terjerat utang juga menimpa salah satu dalang kondang asal Sragen, Jumadi Lepdo Carito (50). Sama seperti Sulani, dalang asal Dukuh Pucang RT 21, Desa Bedoro, Sambungmacan itu juga harus merelakan rumahnya dieksekusi paksa oleh pihak pengadilan negeri (PN) Sragen.

Tragisnya, sang dalang disebut juga terjebak oleh modus penipuan pelunasan hutang yang dijanjikan oleh pihak Koperasi Pandawa di Malang seperti yang diikuti oleh Sulani. Proses eksekusi dilangsungkan Selasa (2/5/2017) dengan dikawal puluhan aparat kepolisian.

Eksekusi dilakukan atas permohonan Priyono, selaku pemenang lelang atas rumah ki dalang yang dilelang oleh Bank Danamon. Rumah berikut pekarangan milik ki dalang itu dieksekusi karena yang bersangkutan tidak mampu melunasi pinjamannya di Bank Danamon. “Eksekusi sudah dilakukan dengan pengosongan barang-barang di rumah termohon (Dalang Jumadi) ke rumah keponakannya. Tapi memang sempat ada pengajuan banding dari penyewa rumah atas nama Samto (47) yang mengaku sudah menyewa rumah itu selama 10 tahun,” papar Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso melalui Kapolsek Sambungmacan, AKP Joko Widodo, kemarin.

Kades Bedoro, Prihartono membenarkan adanya eksekusi rumah milik salah satu warganya yang berprofesi sebagai dalang tersebut. Menurutnya untuk sementara, yang bersangkutan tinggal di rumah saudaranya yang masih di Dukuh Pucang RT 22.

Rumah yang dieksekusi itu seluas 288 meter persegi berikut tanahnya. Proses eksekusi sendiri berlangsung memanas dan sempat diwarnai perlawanan dari Samto (47), warga Dukuh Dukuh RT 12, Desa Jenar, Kecamatan Jenar, selaku pihak ketiga yang menyewa rumah itu.

Meski demikian, pengosongan tetap dilakukan. Barang di rumah termohon antara lain kursi, almari, tempat tidur, kotak wayang hingga perangkat gamelan diangkut ke rumah kerabatnya. Kuasa hukum Samto, Kris Hartanto mengungkapkan kliennya mengajukan perlawanan karena sudah terlanjur menyewa rumah itu dari ki dalang selama 10 tahun dari 2010 hingga 2020. Besarnya sewa adalah Rp 5 juta per tahun atau Rp 50 juta sesuai kontrak.