JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Ini Rencana Dishub-PKP untuk Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

Ini Rencana Dishub-PKP untuk Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

55
BAGIKAN
Dua petugas Polsuska mengamankan perjalanan kereta api di perlintasan kereta api Purwosari setelah palang pintu rusak ditrabak BST, beberapa waktu lalu.|Foto: Maksum NF

KARANGANYAR—Menjelang musim mudik lebaran tahun ini, Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman Karanganyar terus melakukan berbagai persiapan.

Kali ini, pihak Dishub-PKP telah berupaya untuk menjamin keselamatan pengendara yang melintas di sejumlah titik perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu.

Menurut Kabid Dalops Dishub-PKP Karanganyar Joko Mulyono, di sejumlah perlintasan sebidang jalur KA tanpa palang pintu bakal diberi penjagaan secara manual.

Sebab pemasangan palang pintu pada perlintasan sebidang merupakan kewenangan PT KAI Daops VI Yogyakarta.

Namun, hingga kini belum ada pemasangan palang pintu baru pada sejumlah titik perlintasan sebidang. Ia menyebutkan, saat ini ada 12 perlintasan sebidang tanpa palang pintu di wilayah Kabupaten Karanganyar.

“Pada arus mudik tahun ini, kita akan menyiagakan petugas pada 12 perlintasan sebidang tanpa pengamanan,” kata Joko, Senin (29/5/2017).

Ia menyampaikan, saat ini masih ada dua titik lokasi perlintasan sebidang yang dianggap rawan. Dua lokasi itu berada di Desa Pulosari dan Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat. Mobilitas kendaraan roda dua maupun roda empat sering terlihat di perlintasan sebidang itu yang merupakan akses vital penghubung antarwilayah.

“Saat ini di sana hanya terpasang rambu informasi jalur perpintasan kereta api tanpa adanya palang maupun pos jaga petugas,” imbuhnya.

Menurut Joko, pada dua titik perlintasan sebidang tersebut, pihaknya akan mengajukan permohonan kepada PT KAI untuk mengamankan dan menjamin keselamatan para pengendara.

Namun, sejauh ini masih diupayakan dengan swadaya masyarakat untuk mengamankannya, seperti pada puncak arus mudik tahun lalu.

“Di dua lokasi perlintasan sebidang itu, masing-masing akan dijaga empat orang Linmas dengan sistem jaga berganti. Kami juga berharap semoga pemerintah desa maupun kecamatan sanggup menyediakan. Seperti halnya tahun lalu, Linmas-nya diberi upah untuk berjaga mulai tujuh hari sebelum dan sesudah lebaran,” terang Joko.

Terpisah, Kapolsek Kebakkramat AKP Lukman Tri Nofianto Y membenarkan jika dua titik perlintasan sebidang kereta api di Desa Pulosari dan Waru rawan terjadi kecelakaan.

Ia bersedia membantu mengomunikasikan pengadaan tenaga penjaga perlintasan ke pemerintah desa setempat serta ke pemerintah Kecamatan Kebakkramat.

Satria Utama