JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Ini Yang Membuat Seno Samodro Yakin Boyolali Layak Jadi Ibu Kota Negara

Ini Yang Membuat Seno Samodro Yakin Boyolali Layak Jadi Ibu Kota Negara

697
Patung kuda yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Boyolali. Foto : Nofik Lukman Hakim

BOYOLALI—Pemerintah pusat mewacanakan pemindahan Ibu Kota Negara, Jakarta. Boyolali ditawarkan menjadi salah satu opsi pemindahan pusat pemerintahan tersebut.

Bupati Boyolali Seno Samodro, mengatakan penawaran tersebut bukan hanya sekedar wacana.

Bupati menyebut,  penawan ini sudah diajukan langsung ke Presiden Joko Widodo. Menurutnya, wilayah Boyolali cukup pantas menjadi salah satu opsi lokasi pemindahan ibu kota Negara yang saat ini sedang dikaji pemerintah pusat. Mengingat dari segi luas wilayah dan dukungan akses transportasi sudah cukup memadahi.

“Lokasi strategis dan terhubung dengan lima bandara, bandara Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Madiun yang jaraknya tidak terlalu jauh,” katanya.

Bupati mengaku sudah melakukan kajian awal terkait luas lahan yang representatif sebagai ibu kota negara. Menurutnya, luas lahan Boyolali mencapai 60.000 hektare, hampir seluas DKI Jakarta, 68.000 hektare. Wilayah Boyolali masih bisa diperluas ke wilayah daerah tetangga yakni Kabupaten Karanyanyar, Grobogan, dan Semarang.

Bupati mengatakan, jika pemerintah pusat berencana mengadopsi model di Amerika Serikat, dengan New york sebagai pusat bisnis dan Washington sebagai pusat kota administrasi pemerintahan bisa segera terwujud.  “Boyolali sebagai pusat pemerintahan, dan Jakarta sebagai pusat bisnis,” imbuhnya.

Seno menilai Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang saat ini masih dikaji pemerintah pusat masih kurang pas.

Dari segi geografis, kata dia, memang Palangkaraya berada di wilayah tengah antara Indonesia bagian barat dan timur, tapi secara ekologis dan geologis masih kurang pas.

“Palangkaraya itu paru-paru dunia, kita bisa mendapat kecaman dari  negara lain. Selain itu, tanah di sana juga gambut sehingga biaya konstruksi lebih mahal,” imbuhnya.

Terkait respons pemerintah pusat mengenai tawaran ini, Seno mengatakan tak perlu merasa terburu-buru dalam kajian dan konsep yang ditawarkan.

Mengingat, kepastian pemindahan ibu kota merupakan rencana jangka panjang dan masih harus memperoleh mandat dari MPR.

Ario Bhawono

BAGIKAN