Internet Gratis Rawan Disalahgunakan, Ini Permintaan Pengelola Taman Cerdas

Internet Gratis Rawan Disalahgunakan, Ini Permintaan Pengelola Taman Cerdas

23
Para pengunjung taman cerdas saat bermain dengan komputer yang tersedia. Foto : Maksum NF

SOLO – Aktivitas anak-anak dalam mengakses internet gratis yang terdapat di kelurahan dan taman cerdas semakin meresahkan.

Aktivitas ini membuat beberapa kalangan mulai resah pasalnya tak jarang mereka senang menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di kelurahan atau taman cerdas demi mengakses internet gratis.

Pernah pihak pengelola taman cerdas mendapati anak usia sekolah dasar (SD) berani mengakses situs-situs dewasa.

“Beberapa ada yang langsung bubar ketika saya dekati,” ujar salah satu pengelola Taman Cerdas Gandekan, Any Susanti kepada Joglosemar, belum lama ini.

Ketua Pengelola Taman Cerdas Gandekan, Syarif Hidayat mengungkapkan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta perlu mengkaji ulang keberadaan wifi di taman cerdas.

Meskipun dari kajian tersebut nantinya tidak harus menghapus keberadaan internet gratis di taman cerdas. “Kalau bisa ada pengkajian ulang dampak positif dan efek mudharat-nya lebih banyak yang mana,” ungkap Syarif.

Baca Juga :  Begini Suasana Malem Selikuran Ramadhan 1438 H

Hal serupa juga diungkapkan Pengelola Taman Cerdas Jebres, Hari Saptono. Hari mengungkapkan pihaknya sering mendapat masukan untuk melakukan pembatasan akses wifi.

Pembatasan diusulkan untuk mencegah penyalahgunaan akses internet gratis di lokasi tersebut oleh anak-anak pengunjung taman cerdas.

Secara terpisah Kasi Peningkatan Kualitas Hidup Anak, Bapermas Kota Surakarta, Dwi Apriliana S mengungkapkan jika jam operasional wifi di setiap taman cerdas sudah dibatasi sampai pukul 16.00 WIB.

Dia mengakui pernah mendapat masukan dari masyarakat ketika mengadakan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Kota (Musrenbangkot) untuk membatasi akses internet gratis di taman cerdas.

Baca Juga :  Langgar Perda Ini, Puluhan “Penjual” Uang Terjaring Razia

“Saat ini kantor-kantor setiap jam 4 secara otomatis akses wifi dimatikan dari pusat termasuk taman cerdas,” ungkapnya.

Sementara itu secara terpisah Kepala Diskominfo Surakarta, Sri Wardhani Poerbowidjojo menjelaskan pengelolaan wifi antara kantor kelurahan dan taman cerdas itu berbeda.

Jika kantor kelurahan sudah terintegrasi secara terpusat dari jam 07.00 hingga 16.00 WIB untuk operasional pekerjaan.

Sementara pukul 16.00 hingga 19.00 WIB bisa diakses masyarakat. Selanjutnya dimatikan untuk mendukung gerakan wajib jam belajar (GWJB) pukul 19.00 hingga 22.00 WIB dan dinyalakan lagi pukul 22.00 hingga 23.00 WIB.

“Kalau untuk taman cerdas pengelolaan di bawah Bapermas dan tergantung pengelola taman cerdas,” ungkap Sri.

#Kukuh Subekti

BAGIKAN