JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Ironi Jembatan Megah Kemukus. Sore Laris untuk Selfie, Malam Ternyata Untuk...

Ironi Jembatan Megah Kemukus. Sore Laris untuk Selfie, Malam Ternyata Untuk Ini…

1762
BAGIKAN
Kondisi Jembatan Kemukus yang barusaja selesai dibangun. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN- Megaproyek Jembatan Kemukus di Desa Pendem, Sumberlawang yang barusaja selesai dibangun, mengundang keresahan
warga. Pasalnya, jembatan megah penghubung Pendem-Barong, Miri yang
menelan anggaran Rp 14,8 miliar itu kini justru dinodai dengan aktivitas negatif yakni pesta minuman keras (miras).

Lokasi jembatan yang sudah beton dengan lampu di sepanjang kedua sisi jembatan rupanya menjadi magnet bagi sekelompok pemuda untuk berpesta miras. Bahkan, menurut laporan warga sekitar, aksi minum-minuman keras hampir ditemukan setiap malam sejak jembatan rampung dibangun beberapa waktu lalu. Padahal jembatan itu sedianya baru akan diresmikan 24 Mei mendatang.

“Bayangkan, baru selesai dibangun sekarang malah jembatannya beralihfungsi jadi lokasi untuk do mendem-mendem (pesta miras). Hampir tiap malam anak-anak muda do ngumpul dan minum-minuman di situ,” papar Paryo, warga setempat.

Menurutnya, selain meresahkan warga, aksi mabuk-mabukan itu juga dikhawatirkan memberi kesan negatif bagi pengendara yang melintas. Dengan adanya kelompok yang mabuk-mabukan, akan berdampak menggangu kenyamanan pengguna jalan.

‘Kalau sore itu untuk selfie-selfie cah nom-noman. Tapi nanti habis isya itu sudah ganti acara. Nom-noman pada kumpul lalu do mabuk-mabukan. Kadang sampai tengah malam jam 02.00 jam 03.00 WIB baru bubar. Kasihan yang mau lewat jadi takut,” timpal Yono, warga lain.

Warga sebenarnya sudah melaporkan fenomena buruk itu ke aparat setempat. Namun acapkali dirazia, aktivitas pesta miras berhenti namun begitu petugas pergi, mereka kembali lagi. Kapolsek Sumberlawang, AKP I Ketut Putra tak menampik sudah menerima laporan keresahan warga soal pesta miras di jembatan Kemukus itu.

Namun, persoalan yang dihadapi memang tidak mudah lantaran aktivitas kelompok pemuda yang pesta miras itu seolah kucing-kucingan dengan aparat. Patroli tiap malam yang dilakukan petugasnya juga terkadang gagal menghentikan ulah mereka.

“Kadang pas tahu ada mobil polisi, barangnya (miras) langsung dibuang
ke air. Kemarin juga sempat dapat dan barangnya kita amankan serta kita kasih pembinaan. Tapi ya begitu polisi pergi, mereka kumpul lagi. Itu sebagian dari anak-anak Miri juga,” jelasnya. (#Wardoyo)