JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Jalur Lambat Solo Belum Ramah Sepeda

Jalur Lambat Solo Belum Ramah Sepeda

49
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
KECERIAAN PESERTA – Peserta Gowes Ceria Joglosemar melintas di jalan Prof. Soeharso, Solo, Minggu (27/11).

SOLO – Jalur lambat di Kota Solo dinilai belum ramah terhadap pesepeda. Padahal Kota Solo memiliki potensi tinggi mendatangkan pegiat sepeda, mengingat Kota Bengawan memiliki jalur lambat terpanjang di Indonesia.

Pegiat sepeda dari Komunitas Kota Kita, Fuad Jamil menuturkan, selain memiliki kontur tanah yang cukup datar untuk bersepeda, Kota Solo juga memiliki kawasan yang padat dan terpusat dengan banyak persimpangan sebagai opsi pilihan bersepeda.

“Kota Solo sangat pas untuk giat bersepeda, namun yang paling penting adalah Kota Solo memiliki jalur lambat paling panjang se Indonesia yaitu 28 kilometer. Hal itu tentu saja mendukung sekali kegiatan bersepeda,” ujarnya, Jumat (5/5/2017).

Namun demikian, Fuad menilai jalur lambat di Kota Solo masih kurang ramah untuk pesepeda. Dalam hal ini, infrastruktur jalur lambat hingga fungsinya masih kurang maksimal.

“Seperti misalnya jalur lambat yang mengalami kerusakan berat yaitu di kawasan Jalan Ir Sutami, Jl Kol. Sutarto, Jl Adi Sucipto, dan sebagian ruas Jl Slamet Riyadi (Purwosari-Kleco). Selain itu masih banyak jalur lambat yang masih banyak digunakan untuk parkir dan tersebar di beberapa ruas jalan,” tuturnya.

Fuad mengakui, Pemkot Surakarta sudah mulai banyak melakukan parkir untuk jalur lambat. “Ini bukan saja tanggung jawab Pemkot, namun juga Pemprov dan Pusat mengingat pembagian jalan kota, provinsi, dan jalan nasional,” tukasnya.

Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu lintas Dishub Surakarta, Ari Wibowo mengutarakan, pihaknya telah membuat marka untuk ruang henti sepeda belum lama ini.

“Pembuatan marka dan jalur sepeda ini untuk mengakomodir kegiatan bersepeda warga Solo. Apa lagi sudah ada pengumuman dari Pak Wali (Walikota Surakarta, red) dan ditegaskan dengan MoU antara pemerintah kota, pihak sekolah dengan Satlantas tentang larangan menggunakan sepeda motor bagi siswa di bawah 17 tahun,” tandasnya.

#Triawati Prihatsari Purwanto