JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Jangan Kecele, Sunday Market Solo Baru Pindah ke Madegondo, Grogol Sukoharjo

Jangan Kecele, Sunday Market Solo Baru Pindah ke Madegondo, Grogol Sukoharjo

50
BAGIKAN
Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
SEMRAWUT—Ratusan PKL Sunday Market mulai berjualan di lokasi baru, yakni di Jalan Proklamasi, Madegondo, Grogol, tepatnya di sebelah barat Fave Hotel Solo Baru, Minggu (28/5/2017).

UKOHARJO—Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Sunday Market telah mulai menempati lokasi baru di Jalan Proklamasi, Madegondo, Grogol, tepatnya di sebelah barat Fave Hotel Solo Baru, Minggu (28/5). Meski dari segi luas, lokasi baru lebih besar dari yang sebelumnya, yakni di simpang empat patung pandawa, namun para PKL justru mengeluhkan sistem penataan yang belum terkontrol.

Salah satu pedagang Sunday Market, Wanti, mengaku baru bisa mulai menggelar dagangannya mulai pukul 07.30 WIB, karena terlebih dulu mengurus pendataan anggota.

Namun setelahnya, ia yang berjualan sandal itu, masih dibuat bingung dengan lapak yang harus ia tempati.  Tidak hanya Wanti, pedagang lain juga mengeluhkan hal yang sama.

“Tadi disuruh bolak balik dulu buat pendataan. Tapi ternyata ada yang dapat nomor dobel atau sama seperti pedagang lainnya. Jadi bingung,” ungkapnya, kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PKL Sunday Market Solo Baru, Nardi mengakui sempat ada ketidaknyamanan yang dialami oleh para pedagang. Ia berujar, hal tersebut dikarenakan data PKL yang hanya tercatat 490 anggota yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) dan berhak menempati lapak baru. Namun ternyata, di lapangan ada hampir 600 PKL yang ingin menempati lokasi baru sunday market tersebut. “Jumlahnya tidak bisa kami prediksi karena membludak. Mungkin hampir 600 pedagang,” kata dia.

Jumlah tersebut bertambah, diduga lantaran ada warga sekitar dan PKL dadakan yang belum memiliki KTA ikut serta berjualan di tempat tersebut.

Dengan kondisi seperti itu, Nardi bersama paguyuban PKL lainnya berinisiasi akan membuka lapak baru bagi para PKL agar pekan depan tidak terjadi lagi kisruh antarpedagang.