Jaring Asmara di Ngadirojo, Warga Keluhkan Jalan Rusak

Jaring Asmara di Ngadirojo, Warga Keluhkan Jalan Rusak

47
Joglosemar | Insan Dipo Ferdias
ilustrasi jalan rusak

WONOGIRI—Sejumlah pihak mendesak dibangunnya drainase ketika ada proyek pembangunan jalan. Hal tersebut guna menyediakan saluran bagi air sehingga tidak mengalir ke jalan yang membuat kerusakan parah.

Selain itu, kualitas jalan yang dikerjakan baik oleh pemkab, pemprov, maupun pusat, juga rendah. Pasalnya, jalan yang belum lama dikerjakan bisa dengan mudahnya rusak terkikis air hujan.

“Mestinya itu pembangunan jalan harus disertai dengan pembangunan drainase, agar air tidak ke jalan yang akhirnya cepat merusak jalan itu sendiri,” ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Tirtomoyo, Harsono, Minggu (7/5/2017).

Dia mengatakan, desakan itu juga muncul saat acara Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Jaring Asmara) Komisi III DPRD Wonogiri, di Pendopo Kantor Kecamatan Ngadirojo, Kamis (4/5/2017).

Baca Juga :  Jadi Korban Tabrak Lari, Warga Polokarto Tewas

Tokoh masyarakat Kecamatan Pracimantoro, Triyono Raharjo menyebutkan, banyak lokasi jalan yang bertambah fungsinya menjadi selokan. Misalnya, di jalur provinsi Jateng-Jatim, wilayah Kecamatan Nguntoronadi.

Lantaran tidak adanya drainase, air mengalir ke jalan dan mengakibatkan jalan aspal yang baru saja dikerjakan mengelupas dan meninggalkan lubang jalan.

“Karena di pinggir jalan tidak dibangun drainase. Air akan masuk ke jalan, jadi rusak,” sebut Triyono.

Ketua Komisi III DPRD Wonogiri Bambang Sadriyanto mengatakan akan menyerap masukan warga. Pihaknya melibatkan pendampingan dari UNS Solo dan mengundang kalangan kepala desa (Kades) dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Lebaran 3 Napi di Wonogiri  Langsung Bebas

Dia juga menyebut, stimulan dari pemkab dirasa minim. Maka dipersilakan agar masyarakat menyampaikan uneg-uneg mereka kepada anggota dewan di daerah pemilihan mereka masing-masing.

“Keluhan yang disampaikan warga itu sudah sering saya lontarkan di dalam forum, khususnya dinas terkait yaitu DPU, tapi saat ini belum juga direspon. Seiring program Bupati Joko Sutopo tentang pembangunan jalan satu ruas tuntas maka kami selaku Komisi lll akan melakukan pengawasan dan kontrol yang lebih ketat,” tandas Bambang.

Aris Arianto

BAGIKAN