JOGLOSEMAR.CO Opini Refleksi Jejak Penyimpangan Danan Bisa Terjadi di Proyek Jalan

Jejak Penyimpangan Danan Bisa Terjadi di Proyek Jalan

59
Ilustrasi | Dok Joglosemar

          Beberapa waktu lalu sempat hits istilah “jeglongan sewu”, yaitu jalan yang berlubang-lubang. Jumlah lubangnya cukup banya, sehingga ngetrend disebut dengan jeglongan sewu (seribu). Benarkah jumlah lubangnya seribu,  itu hanya sebuah kiasan untuk menyebut bahwa kerusakan jalan tersebut sudah sangat parah.

          Fenomena jeglongan sewu saat itu cukup menarik perhatian, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Namun di luar kondisi jalan yang rusak parah tersebut, empat ruas jalan di empat kelurahan di Kecamatan Gemolong, Sragen  ini boleh dikatakan belum sampai rusak parah.

          Namun demikian, kerusakan tersebut mengindikasikan kerusakan yang parah, bukan saja kerusakan jalan secara fisik, namun juga “kerusakan” mental orang-orang yang terlibat di dalamnya.

          Dalam kunjungan kerjanya ke lokasi, Komisi I DPRD mengendus indikasi adanya penyimpangan dalam pengerjaan empat ruas jalan di empat kelurahan di Kecamatan Gemolong pada APBD Perubahan 2016. Adanya ketidaksesuaian di beberapa aspek dinilai telah memicu kerusakan parah di sebagian ruas proyek jalan beranggaran total Rp 800 juta itu.

Temuan itu terungkap saat Ketua Komisi I, Suroto dan Sekretaris Joko Setiawan melakukan pengecekan ke lapangan usai mendapat banyak keluhan warga, Senin (22/5). Empat titik yang masing-masing dialokasikan Rp 200 juta itu berlokasi di Kelurahan Ngembatpadas, Kragilan, Kwangen dan Gemolong. Empat titik itu diketahui diborongkan ke rekanan atas rekomendasi camat.

1
2
BAGIKAN