JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Job Fit Pengisian Eselon II di Sragen, Empat Calon Tumbang

Job Fit Pengisian Eselon II di Sragen, Empat Calon Tumbang

231
BAGIKAN
ilustrasi

SRAGEN—Memasuki tahapan kedua proses job fit pengisian eselon II, jumlah pejabat yang lolos terus menyusut.

Menyusul gugurnya 20 peserta yang tereliminasi di tahap administrasi, sebanyak empat pejabat kembali terdepak dari persaingan.

Empat pejabat eselon III itu dipastikan terhenti di tahap assesment yang digelar Selasa (9/5/2017).

Mereka tumbang karena gagal melanjutkan proses tes assesment kompetensi yang dihelat di Aula Sukowati Setda tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen Sarwaka mengungkapkan, empat pejabat tumbang karena kondisi kesehatannya tak memungkinkan.

Dua di antaranya sakit dan tak bisa mengikuti assesment dan dua lainnya tumbang di tengah berlangsungnya proses assesment yang dihelat selama dua hari itu.

“Total ada empat yang tidak bisa melanjutkan tes assesment tahap kedua. Dengan jumlah yang lolos administrasi 46 orang, maka yang bisa menyelesaikan tahapan assesment ada 42 orang,” ungkapnya, Jumat (12/5/2017).

Sarwaka menguraikan, saat ini hasil assesment masih menunggu proses di tim pihak ketiga yang ditunjuk. Diperkirakan hasilnya akan keluar dalam dua pekan ke depan.

Mereka yang lolos, nantinya berhak lanjut ke tahapan selanjutnya yang meliputi beberapa tahapan. Di antaranya paparan ide dan gagasan, rekam jejak, dan lain sebagainya.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Job Fit yang juga Sekda Sragen Tatag Prabawanto menyampaikan, mereka yang tidak hadir atau tak bisa melanjutkan assesment sampai selesai, dipastikan harus tersingkir dari proses job fit.

Sementara bagi peserta yang mengikuti assesment, nantinya yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahap berikutnya yang sudah dijadwalkan oleh Pansel.

Para pejabat yang lolos nantinya akan berebut untuk mengisi kekosongan tujuh kursi eselon II yang ada saat ini.

Ketujuh kursi itu masing-masing Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPPKAD), Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), Diskominfo, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), dan Direktur RSUD dr Soehadi Prijonagoro Sragen.

Wardoyo