JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali “Kalau Setiap Orang Razia, Lha Polisi Nanti Ngapain”

“Kalau Setiap Orang Razia, Lha Polisi Nanti Ngapain”

123
BAGIKAN
ilustrasi sweeping. Foto : Wardoyo

BOYOLALI—Organisasi masyarakat (ormas) dilarang melakukan razia atau sweeping selama bulan Ramadan. Jika nekat melakukan sweeping, maka jajaran Polres Boyolali akan mengambil tindakan tegas.

Imbauan tegas larangan sweeping tersebut di antaranya disampaikan oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan MUI Boyolali.

Ketua FKUB Boyolali, KH Habib Masturi menegaskan, sweeping atau razia-razia bukanlah domain dari kiai atau tokoh agama, melainkan tugas kepolisian.

“Itu bukan bidangnya kiai. Kalau setiap orang ke warung untuk razia, lha polisi nanti ngapain,” tegas Masturi di sela-sela pemusnahan minuman keras (miras) di halaman Mapolres Boyolali, Jumat (26/5/2017).

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi menyambut baik sikap FKUB dan MUI Boyolali tersebut.

Kapolres menegaskan, semua yang berkaitan dengan penegakan hukum, sepenuhnya menjadi tugas kepolisian.

Pihaknya pun mengimbau kepada ormas di Boyolali untuk tidak melakukan kegiatan yang sifatnya penegakan hukum.

“Yang sifatnya penegakan hukum jangan, seperti razia atau sweeping maupun operasi-operasi lainnya. Percayakan saja pada kami kepolisian,” terangnya.

Ario Bhawono