JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Kata Pengacara Sri Hartini Soal Dakwaan Suap dan Gratifikasi Rp 13 Miliar

Kata Pengacara Sri Hartini Soal Dakwaan Suap dan Gratifikasi Rp 13 Miliar

307
BAGIKAN
Bupati Nonaktif Klaten Sri Hartini. Foto : antara

KLATEN—Bupati Klaten nonaktif, Sri Hartini didakwa menerima uang suap dan gratifikasi sekitar Rp 13 miliar dalam sidang pertamanya.

Aliran dana yang disebut uang sukuran itu disetor 34 guru dan kepala sekolah serta 134  kades dan orang yang berkaitan dengan berbagai hal di bidang pemerintahan.

Menanggapi dakwaan itu, pengacara Sri Hartini, Deddy Suwadi mengatakan, kliennya tidak berperan aktif dalam mencari uang sukuran seperti yang disebutkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Semarang, Senin (22/5/2017) itu.

Menurutnya, dakwaan tersebut perlu diluruskan dalam proses persidangan selanjutnya. “Ada hal yang perlu kita luruskan dalam persidangan selanjutnya, semisal terkait jumlah sekian-sekian (uang) itu,” katanya saat dihubungi lewat ponsel, Selasa (23/5/2017).

Deddy menjelaskan, pihaknya berkeyakinan bahwa ada keterangan sejumlah saksi yang tidak tepat menjadi dasar dakwaan kepada kliennya. Antara lain, terkait jumlah nominal yang diterima dan peran dari kliennya tersebut.

“Subtansi dakwaannya itu tidak tepat, ini seolah-olah klien kami bisa mengondisikan semuanya. Padahal ibu (Sri Hartini) baru saja menjabat. Maksud saya, siapa yang berperan aktif dalam kasus jual beli jabatan ini?,” jelasnya.

Menurut Deddy, saat di mintai keterangan oleh penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bupati yang belum genap menjabat satu tahun itu sudah berulang kali menegaskan tidak berperan aktif dalam kasus itu.

Termasuk menegaskan tidak mengenal Kasi SMP Disdik Klaten nonaktif, Suramlan selaku terdakwa pemberi suap dalam kasus tersebut.

“Kemungkinan kita juga akan meminta kesaksian dari Suramlan ini. Karena bisa jadi keterangannya dapat memperkuat jika ibu itu tidak berperan aktif dalam kasus ini. Apalagi ibu dengan Suramlan kan tidak saling kenal karena justru pihak-pihak tertentu yang lebih aktif,” ungkapnya.

Deddy menambahkan, dalam sidang selanjutnya pihaknya akan memanggil sekitar 10 saksi yang dapat meringankan kliennya. Bahkan, bila dipandang perlu, tim pengacara juga akan mendatangkan saksi ahli yang meringankan.

Dani Prima