Kegagalan Tujuh Proyek di Sragen Dinilai Rugikan Rakyat

Kegagalan Tujuh Proyek di Sragen Dinilai Rugikan Rakyat

473
Kondisi truk tronton asal Jatim yang seharian mogok akibat terperosok lubang di jalur ring road selatan Sragen tepatnya di sebelah barat Harmoni Mall Beloran, Sragen, kemarin. Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN – Kabar kegagalan lelang sejumlah proyek fisik jalan dan jembatan di APBD 2017 yang digelar Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Sragen mengundang reaksi keras dari DPRD.

Ketua Komisi III, Sugiyarto mengecam dan menyayangkan kinerja LPBJ dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang dinilai gagal mempercepat harapan masyarakat menikmati perbaikan jalan.

“Saya rasa nggak hanya kami, warga kalau mendengar pasti juga kecewa. Dengan gagalnya pelelangan ini tentu akan membuat rencana pengerjaan perbaikan jalan akan tertunda. Akhirnya jalan yang rusak semakin parah dan warga juga yang dirugikan,” paparnya kepada Joglosemar, Kamis (4/5/2017).

Baca Juga :  Siswinya Diketahui Mabuk Berat, Pesta Miras 1 Siswi SMA Dengan 4 Pria di Waduk Ketro Tanon Diduga Dibumbui Pesta Syahwat

Legislator asal PDIP itu menilai terlepas dari ketidaklengkapan persyaratan dari rekanan, ia menilai kegagalan itu setidaknya mencerminkan ketidakmampuan LPBJ maupun DPU dalam menjalankan tugasnya.

Menurutnya, molornya jadwal pada pelelangan proyek juga akhirnya berdampak sejumlah proyek yang gagal tender itu butuh waktu untuk ditenderkan ulang.

Pihaknya pun mengingatkan agar kedua pihak itu segera bergerak mempercepat proses pelelangan ulang sehingga proyek perbaikan jalan bisa secepatnya dikerjakan.

“Kami juga heran, lelang via online dibuka seluruh Indonesia kok sampai pendaftarnya hanya satu dua dan nggak memenuhi syarat. Sudah lelangnya telat, gagal lagi. Ini ada apa sebenarnya. Kasihan masyarakat yang sudah menunggu-nunggu,” tukasnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Rame-Rame Serbu dan Robohkan Pagar Pabrik Tiga Pilar di Sragen. Ini Pemicunya..

Terpisah, Kabag LPBJ Sragen, Tedy Rosanto, menyampaikan tujuh proyek yang lima di antaranya proyek jalan dan dua jembatan itu memang gagal dilelangkan karena rekanan yang mendaftar tak ada yang memenuhi kualifikasi. Soal tudingan kongkalikong atau permainan, ia menampiknya.

“Kami hanya melakukan prosedur saja. Ada yang daftar tapi ketika dievaluasi ulang, ternyata nggak lengkap. Otomatis kita gugurkan. Nanti akan kita tenderkan ulang bersamaan dengan lelang Bidang pengairan,” tuturnya.

Wardoyo

BAGIKAN