JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Kejari Surakarta Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Sarpras GOR Manahan

Kejari Surakarta Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Sarpras GOR Manahan

71
BAGIKAN
Joglosemar/Dok
Vita Solo saat berlatih di GOR Manahan Solo, beberapa waktu lalu.

SOLO– Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta menetapkan dua orang tersangka kasus korupsi rehab dan pengadaan sarana dan prasarana (Sarpras) Gedung Olahraga (GOR) Manahan, Senin (22/5/2017).

Saat ini, kedua pelaku telah ditangkap dan dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Kelas 1A Surakarta.

Menurut Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surakarta, Suyanto mewakili Kepala Kajari Surakarta, Sumarjo, penetapan dua orang tersangka tersebut dilakukan Senin (22/5/2017).

“Kejari menetapkan kedua tersangka berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jateng. Dalam hal ini, kami meminta bantuan BPKP untuk melakukan audit kerugian negara awal Januari lalu. Dan setelah hasil audit keluar langsung ditetapkan dua orang tersangka,” ujarnya, Selasa (23/5/2017).

Suyanto menambahkan, langkah penetapan tersangka diawali dengan memintai keterangan dari kedua tersangka sebanyak tiga kali sebagai saksi. Akan tetapi, lanjut Suyanto, saat pemanggilan tersangka yang masih berstatus sebagai saksi tidak memenuhi panggilan Kejari.

“Maka Kejari melayangkan surat panggilan lagi kepada mereka untuk datang pada Senin (22/5) kemarin. Kami langsung menahan mereka saat datang di Kejari. Kedua tersangka berinisial INA sebagai Direktur CV. Bernief yang beralamat di Ambon Maluku, serta MAT pemilik CV. Bernief. Pemeriksaan pertama mereka sebagai tersangka dilakukan Selasa (23/5/2017),” imbuhnya.

Suyanto menegaskan, Kejari Surakarta menyediakan kuasa hukum untuk kedua tersangka karena mereka tidak mampu membawa kuasa hukum sendiri.

“Kami masih mengembangkan kasus ini untuk mencari keterlibatan pelaku lain. Sementara ini, kedua tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal (3) Undang-Undang (UU) RI Nomor 31/1999 Jo Nomor 20/2001, tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar,” urainya.

Anggaran proyek rehab dan pengadaan GOR Manahan, lanjut Suyanto, bersumber APBN 2014 senilai Rp 2,1 Miliar dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kepala Kejari Surakarta, Sumarjo menambahkan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga yang menduga ada korupsi proyek rehab dan pengadaan Sarpras GOR Manahan pada awal 2016 lalu.

“Lalu Kejari menindaklanjuti laporan warga tersebut dengan melakukan penyelidikan hingga menahan tersangka. Kami sudah memeriksa 25 orang saksi dalam kasus ini. Sidang kasus ini akan digelar di Pengadilan Tipikor Semarang. Kami menemukan kekurangan volume pengerjaan fisik dalam proyek ini dan tidak sesuai perjanjian kontrak. Barang bukti yang ditemukan, di antaranya kuitansi, dokumen dalam komputer, laporan keuangan, dan lainnya,” pungkasnya.

Triawati Prihatsari Purwanto