JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Kisruh Lelang, Rakyat Jadi Korban, Relawan-DPRD Kompak Hujat DPU

Kisruh Lelang, Rakyat Jadi Korban, Relawan-DPRD Kompak Hujat DPU

153
BAGIKAN
JALAN RUSAK- Sebuah memedi jalan terlihat berada di jalur Ring Road Selatan Sragen yang kondisinya rusak parah dan banyak menimbulkan kecelakaan, Selasa (9/5). Foto : Wardoyo

SRAGEN — Kisruh lelang proyek jalan APBD 2017 yang tak kunjung usai terus memantik kecaman dari berbagai pihak.

Tak hanya rekanan dan DPRD, relawan pendukung pemerintahan Yuni-Dedy pun ikut angkat suara mengecam kinerja Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang dianggap memperkeruh lelang, sehingga perbaikan jalan rusak tak kunjung dimulai.

Salah satu relawan Yuni-Dedy, Agung Nartin asal Teguhan, Sragen Wetan menyayangkan kisruh lelang proyek jalan yang hingga kini tak kunjung usai. Hal itu berdampak terhadap kondisi kerusakan jalan di Sragen yang semakin parah.

Tak hanya mengganggu akses transportasi, kerusakan jalur-jalur utama yang hingga kini belum juga diperbaiki, telah memicu hujatan warga. Karenanya ia mendesak DPU dan bupati agar lebih tegas dan mengesampingkan kepentingan segelintir pihak demi masyarakat.

“Kami nggak ada tendensi apa-apa. Sebagai warga dan relawan, kami punya tanggung jawab moral mengawal program dan visi misi bupati agar infrastruktur segera diperbaiki. Kasihan, rakyat sudah terlalu lama menunggu dan geram. Ibarat penyakit, kerusakan jalan ini sudah stadium empat, kecelakaan tinggi, ekonomi jadi terganggu,” ungkapnya, Selasa (16/5/2017).

Ia juga menilai kisruh yang terjadi saat ini harusnya menjadi evaluasi terhadap kinerja kepala DPU. Pasalnya tak hanya memalukan karena baru pertama kali terjadi dalam sejarah Sragen, kisruh itu telah menyandera kepentingan masyarakat.

Relawan yang dikenal dengan Serdadu Agung Nartin itu khawatir belum mulainya perbaikan jalan bisa berimbas pada citra bupati. Terlebih, salah satu visi misi pemerintahan saat ini akan menuntaskan perbaikan infrastruktur dalam dua tahun pertama.

“Padahal yang dilelangkan itu semua jalur utama. Apalagi sebulan lagi mudik, pasti warga pada marah lihat jalannya masih rusak,” jelasnya.

Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto juga tak habis pikir dengan kinerja DPU yang hingga kini belum juga memulai pekerjaan jalan. Padahal, APBD sudah ditetapkan sejak tanggal 26 Desember 2016.

Tak hanya menjadi sasaran pertanyaan warga, lambannya pengerjaan juga berimbas pada keterserapan anggaran yang dampak buruknya bisa berbuntut penalti dana alokasi umum (DAU) dari pusat.

“Padahal ini sudah bulan kelima, perbaikan jalan nggak segera dimulai. Otomatis serapan anggaran akan rendah. Imbasnya pusat akan mengurangi DAU karena penyerapannya rendah,” jelasnya. #Wardoyo

Seputar Kisruh Lelang Proyek 2017:

– Ada 47 paket proyek fisik jalan dan jembatan di DPU dari APBD 2017
yang dilelangkan
–       Proses lelang digelar secara online oleh Lembaga Pengadaan Barang Jasa (LPBJ) Pemkab
–       Hasil lelang diumumkan pertengahan Mei 2017 oleh LPBJ
–       Hasil verifikasi LPBJ, 7 rekanan pemenang dicoret karena tak memenuhi persyaratan, 40 dinyatakan lolos sebagai pemenang
–       Setelah diserahkan ke DPU, dari 40 rekanan pemenang, 11 dinyatakan lolos, 29 rekanan dipending karena dianggap spesifikasi dukungan SNI dinilai perlu diverifikasi lagi.
–       Dari 29 rekanan, separuhnya diindikasikan bakal digagalkan untuk ditenderkan ulang.
Sumber: DPRD, LSM dan rekanan