Klaten dan Sukoharjo Antisipasi Serangan Virus Ransomware Wannacry

    Klaten dan Sukoharjo Antisipasi Serangan Virus Ransomware Wannacry

    156
    ILUSTRASI. Foto : Phys

    KLATEN – Sekitar 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dan 26 kecamatan se-Klaten, terpaksa tidak dapat mengakses internet.

    Pasalnya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten terpaksa mematikan jaringan internet sejak Minggu (14/5/2017) malam hingga Senin (15/5/2017) pukul 10.00 WIB.

    Staf Teknis Diskominfo Klaten, W Jimmy Lakburlawal menjelaskan, jaringan internet dimatikan sebagai upaya antisipasi serangan perangkat lunak berbahaya atau malware bernama Ransomeware Wannacry.

    Antisipasi tersebut juga merupakan imbauan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terkait ancaman malware tersebut.

    ”Dari Jumat kita sudah mengirim pemberitahuan ke seluruh OPD perihal pemutusan jaringan internet untuk sementara waktu. Jaringan internet semua OPD yang bernaung di Pemkab Klaten termasuk 26 kantor kecamatan terpaksa kami putus sementara,” katanya, Senin (15/5/2017).

    Baca Juga :  Sido Muncul Berangkatkan 15.000 Pemudik Gratis

    Hingga pukul 10.00 WIB kemarin, Diskominfo belum menerima laporan OPD yang terserang malware tersebut.

    Engineered Off  Site (EOS) Diskominfo Klaten, Ervin Sandy Saputra menambahkan, gejala akan adanya serangan malware sudah dirasakan sejak Jumat pagi (12/5/2017).

    Pemutusan jaringan internet Setda Klaten sempat mengganggu layanan publik. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Administrasi Kependudukan (Adminduk) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Klaten, Sri Hartanto mengatakan, layanan Adminduk baru dapat dimulai setelah jaringan internet kembali normal.

    ”Kalau terganggu sih terganggu karena semua layanan kami terkoneksi internet. Baik cetak e-KTP, perekaman data e-KTP, dan mengurus KK. Untuk cetak e-KTP kan kami harus akses data di server pusat Kementerian,” kata Hartanto.

    Baca Juga :  Mudik ke Solo, Ini Agenda Presiden Jokowi

    Di daerah lain, Sekretaris Dinas Kominfo Sukoharjo Suyamto mengaku hingga kemarin belum ada laporan tentang adanya keluhan warga yang komputernya terdampak virus tersebut.

    Pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut dengan memberikan sosialisasi ke grup Whatsapp dan surat edaran yang dilayangkan ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

    “Kami juga sudah melakukan pengecekan kondisi komputer. Sampai saat ini belum ada komputer yang terinfeksi,” tuturnya.

     Dani Prima | Dynda Wahyu Wardhani

    BAGIKAN