JOGLOSEMAR.CO Hiburan Klinik Sepeda Perempuan di Solo, Bersepeda Tak Asal Genjot

Klinik Sepeda Perempuan di Solo, Bersepeda Tak Asal Genjot

44
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
PELATIHAN KESELAMATAN BERSEPEDA – Dua wanita mengendarai sepeda saat digelar simulasi keselamatan bersepeda dalam kegiatan bertajuk Women n Wheels di Pendopo Kantor Kelurahan Manahan, Banjarsari, Surakarta, Sabtu (29/4). Kegiatan tersebut digelar untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan bersepeda terutama bagi wanita.

Siapa bilang bersepeda hanya soal mengayuh pedal dan mengarahkan arah sepeda. Ternyata ada banyak yang harus dipatuhi, termasuk safety riding serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Sejumlah anggota komunitas sepeda tampak serius memperhatikan penjelasan soal safety riding dan rambu-rambu lalu-lintas.

Ya, itu penampakan sekilas kegiatan Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas dan Klinik Bersepeda Bagi Perempuan di Kota Solo, Sabtu (29/4/2017).

Yayasan Kota Kita bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo dan Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Solo menggelar

Sosialiasai itu di Graha Kusuma Manahan, Banjarsari, Solo. Kegiatan itu sendiri disambut antusias anggota komunitas pesepeda.

Bahkan para peserta diberikan pengetahuan melalui simulasi terkait safety riding dalam acara yang merupakan bagian dari rangkaian kampanye sosial Women on Wheels (Perempuan Bersepeda).

Bersepeda dengan konsep safety riding harus mengenakan pengaman seperti helm sepeda, serta mematuhi tambu lalu lintas.

Meski bersepeda, bahkan ketika di jalan raya sekalipun tidak ada keistimewaan pesepeda untuk boleh melanggar rambu lalu lintas.

“Kami menjadikan perempuan sebagai sasaran utama peserta acara sosialisasi karena peran dan kekuatan besar mereka untuk menularkan tren berlalu lintas dan bersepeda aman kepada keluarga dan kerabat,” tutur Direktur Eksekutif Yayasan Kota Kita, Ahmad Rifai.

Selain itu, lebih dari sekadar mengayuh pedal, bersepeda diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang sudah melanda Solo.

Yayasan Kota Kita meminta para ibu mendorong anggota keluarga masing-masing, khususnya anak mereka untuk lebih memilih menggunakan sepeda ketimbang kendaraan bermotor saat bepergian ke luar rumah dengan jarak yang masih terjangkau.

“Kami berharap ibu-ibu bisa mengkampanyekan gerakan bersepeda kepada orang lain di sekitar mereka. Sepeda adalah alat transportasi yang aksesibel, murah, sehat dan ramah lingkungan,” imbuh Rifai.

Sementara itu, salah satu peserta sosialisasi, Hariyanti mengaku sudah terbiasa dengan aktivitas bersepedanya.

“Namun kendala kami di jalan terutama saat malam hari adalah dengan motor berberonjong. Apalagi saya sudah tua, kalau malam tidak terlihat beronjongnya dan bisa nabrak. Akibatnya bisa parah juga tergantung kecepatan saat bersepeda,” urai warga Sidodadi, Pajang, Laweyan tersebut.

Triawati Prihatsari Purwanto