Komisi IV Minta Pemkot Serius Perkecil Angka Putus Sekolah

Komisi IV Minta Pemkot Serius Perkecil Angka Putus Sekolah

16
Joglosemar|Dok
SISTEM ZONASI SEKOLAH- Pelajar pulang sekolah dengan menaiki sepeda di kawasan Ngemplak, Selasa (6/12).

SOLO – Komisi IV DPRD Surakarta meminta Pemkot serius dalam mengatasi angka putus sekolah. Terlebih lagi, koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai masih buruk.

Seperti yang diberitakan Joglosemar, Sabtu (6/5/2017) kemarin, Dinas Pendidikan (Disdik) melansir ada 3.696 anak putus sekolah pada 2016 lalu.

Namun, saat dicek ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Sosial, justru angkanya berbeda. Masing-masing OPD pun tidak bisa menjelaskan alasannya.

Anggota Komisi IV DPRD Surakarta, Bambang Triyatno menilai ada banyak variabel yang menyebabkan anak putus sekolah. Namun, yang lebih terpenting adalah upaya antisipasi dan penanganannya.

Baca Juga :  Korem Instruksikan Pendirian Rest Area

“Pendidikan memang ranahnya di Disdik. Namun, untuk penanganannya harus melibatkan beberapa OPD. Di antaranya Dinas Pemberdayaan Manusia, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dipermas P3AKB) dan Dinsos,” katanya, akhir pekan lalu.

Pemetaan harus dilakukan secara rinci sehingga mampu dilihat dari awal. Dengan tujuan, penanganannya bisa tepat sasaran.

Namun, pihaknya menegaskan Disdik sebenarnya sudah menyatakan ada upaya jemput bola ke rumah-rumah anak-anak. Hanya saja, hal itu belum optimal.

Dari data yang disampaikan Disdik, alasan anak putus sekolah antara lain pindah sekolah dan akhirnya berhenti di tengah jalan.

Baca Juga :  PPDB Online 2017 : Ditemukan 168 SKTM Fiktif, 1 SMA dan 5 SMK di Solo Lanjut Tahap Dua

“Faktor lainnya adalah minimnya fasilitas sekolah khususnya program inklusi. Saat ini banyak sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah inklusi namun masih memiliki banyak keterbatasan, salah satunya sumber daya manusia (SDM). Alhasil, kebutuhan murid dan kenyamanan murid dalam belajar yang justru dikesampingkan sehingga anak menjadi putus sekolah,” terangnya.

Ketua Komisi IV DPRD Surakarta, Paulus Haryoto menambahkan perlu adanya pemaparan mengenai kasus ini. Untuk itulah, pihaknya bakal memanggil sejumlah OPD yang terkait dengan anak putus sekolah. “Pekan ini kami rencanakan untuk memanggil OPD,” tegasnya.

Murniati

BAGIKAN