JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Komitmen NKRI Harga Mati

Komitmen NKRI Harga Mati

97
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
NYANYIAN UNTUK NEGERI – Warga bernyanyi sambil mengibarkan bendera merah putih dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional dengan tema Nyanyian Untuk Negeri Dari Solo Untuk NKRI di Benteng Vastenburg, Surakarta, Sabtu (20/5) malam. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Surakarta mengajak warga Surakarta untuk menjaga persatuan, gotong royong dan kebersamaan tanpa memandang perbedaan.

SOLO—Ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat mengikuti apel bersama dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di depan Plasa Manahan Jalan Adi Sucipto, Solo, Sabtu (20/5/2017) pagi.

Peringatan Harkitnas juga digelar pada Sabtu malam di Benteng Vastenburg dengan mengambil tema, “Nyanyian untuk Negeri dari Solo untuk NKRI”.  Ribuan orang dari berbagai unsur hadir di acara tersebut.

Hadir dalam apel Harkitnas di Manahan, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Polisi Condro Kirono. Sementara itu, Wakil Kepala Polresta Surakarta, AKBP Andy Rifai bertindak sebagai komandan apel.

Seluruh lapisan masyarakat hadir dalam acara itu, meliputi unsur pemerintah, TNI/Polri, pelajar dan lain sebagainya. Apel akbar mengambil tema “Bangkit Bersatu untuk NKRI”.

Kapolda Jawa Tengah menyampaikan bahwa apel akbar ini menunjukkan bahwa leluhur bangsa tidak pernah melupakan sejarah. Berdirinya Indonesia itu di atas keberagaman, suku, agama dan ras.

“Kita tahu dari Aceh sampai Papua itu ada 1.340 suku yang menghuni. Kita sudah sepakat terbentuknya Negara Indonesia karena keberagamaan, sehingga NKRI harga mati,” terangnya, Sabtu (20/5/2017).

Sumpah Pemuda pada 1928 telah melekatkan kembali kepada Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai pemuda, Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebes, Jong Maluku, dan Jong Papua, Semuanya sepakat bahwa bangsa kita satu bangsa Indonesia, Tanah Air Kita satu Tanah Air Indonesia, dan Bahasa kita satu Bahasa Indonesia.

Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
NYANYIAN UNTUK NEGERI – Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo bersama Ketua Kadin Surakarta, Sri Haryanto MT (kiri) bernyanyi sambil mengibarkan bendera merah putih saat digelar perigatan Hari Kebangkitan Nasional dengan tema Nyanyian Untuk Negeri Dari Solo Untuk NKRI di Benteng Vastenburg, Surakarta, Sabtu (20/5) malam. Dalam kesempatan tersebut, Walikota Surakarta mengajak warga Surakarta untuk menjaga persatuan, gotong royong dan kebersamaan tanpa memandang perbedaan.

Tahun 1945 Sukarno-Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Bangsa Indonesia karena sepakat ingin mengusir penjajah. “Jadi kita mendeklarasikan dan berkomitmen bersama NKRI harga mati, Pancasila dasar ideologi kita, tidak ada yang lain,” ungkapnya.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga Pancasila yang menjadi ideologi untuk mengayom keberagaman Bangsa Indonesia. Dulu musuh kita bisa mengusir penjajah, sekarang musuh kita bagaimana bisa menyejahterakan dan memakmurkan rakyat,” paparnya.

Dalam peringatan Harkitnas ini, kata Kapolda sebagai momentum untuk bangkit bersama, bersatu untuk NKRI. Berharap masyarakat di Solo dan sekitarnya untuk tidak mudah terpecah belah dengan isu-isu yang tidak sesuai kebenarannya.

“Mari kita jaga dan rawat NKRI. Kita harus rawat keberagaman, dan yang kecil kita lindungi serta yang besar kita hargai,” katanya.

Setelah mengikuti apel bersama, ribuan peserta longmach menuju kawasan Benteng Vastenburg dengan menyusuri Jalan Adi Sucipto, Jalan dr Moewardi, Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Jenderal Sudirman.

Para peserta ada yang memakai pakaian adat dari daerah Indonesia, Walikota Surakarta Hadi Rudyatmo ataupun Kapolresta Surakarta ikut dalam rombongan tersebut.

Sementara itu, ribuan warga dari berbagai wilayah mengikuti  peringatan Hari Kebangkitan Nasional, di Benteng Vastenburg, kemarin malam.

Acara yang di gelar sejak pukul 18:30 WIB tersebut sangat luar biasa, ribuan orang yang terpanggil hatinya untuk NKRI datang berbondong bondong. Kegiatan di antaranya juga diisi dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan pertunjukkan perkusi Les Bumi Pagar Nusa Nahdlatul Ulama.

Hadir Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo dalam acara tersebut. Rudy dalam sambutannya mengatakan tugas sebagai warga negara adalah mengisi kemerdekaan, hakekat kemerdekaan menurut dirinya merupakan kebahagiaan yang terbagi yakni hak yang harus diberikan dan kewajiban yang harus diselesaikan.

“Tugas kita mengisi kemerdekaan untuk menuju masyarakat yang adil makmur dan sejahtera,” kata dia. Dirinya juga meminta kepada seluruh warga yang hadir, agar selalu semangat dan menjaga kebersamaan.

Pada bagian lain, Tanu Kismanto selaku ketua Kordinator acara, berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua masyarakat Surakarta dan masyarakat dari luar Surakarta, yang sudah hadir, terima kasih juga untuk semua elemen masyarakat yang sudah hadir bisa mengikuti kegiatan dengan tertib,” kata dia kepada Joglosemar.

Tanu juga menambahkan bahwa Kota Solo aman kondusif. “Ini suara solo untuk NKRI, mudah-mudahan ini bisa terus bergaung dari Solo untuk NKRI. Ini menunjukan Solo kondusif, jadi kita tidak ikut-ikutan tidak latah-latahan tapi ini memang dari semua elemen. Kita menunjukan bahwa Solo aman kondusif.”

 Huriyanto | Ari Welianto.