Koperasi Jamu Sukoharjo Jamin Anggotanya Tak Jual Produk Ilegal

    Koperasi Jamu Sukoharjo Jamin Anggotanya Tak Jual Produk Ilegal

    27
    Joglosemar | Dynda Wahyu Wardhani
    JAMU ILEGAL–Petugas menyita 131 item jamu ilegal dari dua pedagang di Pasar Ir Soekarno, Rabu (10/5).

    SUKOHARJO—Koperasi Jamu Indonesia (Kojai) Sukoharjo memastikan bahwa kedua pedagang yang kedapatan menjual jamu tak berizin oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jateng di Pasar Ir Soekarno, Rabu (10/5/2017) lalu, bukanlah anggotanya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, BPOM Jateng, Rabu (10/5/2017), telah melakukan penyitaan terhadap sebanyak 131 item jamu tak berizin dan mengandung bahan kimia berbahaya, dari dua pedagang, berinisial S dan P, di Pasar Ir Soekarno.

    Penyitaan tersebut tak pelak mencoreng nama Kabupaten Sukoharjo yang telah dikenal sebagai Kabupaten Jamu. Terlebih lagi, penemuan dan penyitaan jamu ilegal tersebut bukan kali pertama terjadi di wilayah Sukoharjo.

    Menanggapi hal tersebut, Ketua Kojai Sukoharjo, Suwarsi Moertedjo, menuturkan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut.

    Menurut Suwarsi, dua pedagang yang dikedapatan menjual jamu tak berizin tersebut bukan merupakan anggota Kojai.

    Sebab selama ini semua anggota Kojai telah diberi pembinaan rutin untuk menjual jamu legal yang mengandung bahan yang tidak berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat.

    “Kami sudah sempat mengajak kedua pedagang tersebut untuk bergabung dengan Kojai. Namun mereka menolak,” ungkap Suwarsi, Jumat (12/5/2017).

    Baca Juga :  Masuk Kota Solo, Ini Dia Jalur Alternatif yang Bisa Dipilih Pemudik

    Suwarsi menegaskan, pihaknya sangat mendukung upaya BPOM dalam memberantas peredaran jamu ilegal. Lantaran ia menilai peredaran jamu tak berizin tersebut, lebih-lebih yang mengandung bahan berbahaya, dinilai akan memperburuk citra daerah.

    Kojai Sukoharjo pun berharap BPOM berani menindak tegas dan cepat dalam pemberantasan peredaran jamu ilegal di Kota Makmur, sehingga diharapkan tindakan tersebut akan dapat membawa Sukoharjo bersih dari peredaran jamu ilegal.

    Terkait peluang terjadinya peredaran jamu ilegal di kemudian hari, Suwarsi menjamin, hal itu tidak akan dilakukan oleh anggota dari Kojai Sukoharjo.

    “Saya berani menjamin 75 anggota yang tergabung di Kojai Sukoharjo tidak ada yang menjual jamu ilegal. Karena bila terbukti (menjual jamu ilegal), maka akan  langsung dikeluarkan dari keanggotaan,” tegasnya.

    Terpisah, Ketua DPRD Sukoharjo. Nurjayanto juga turut menyayangkan atas penemuan pedagang yang menjual jamu tak berizin tersebut. Terlebih selama ini Sukoharjo sudah dikenal sebagai sentra jamu.

    Baca Juga :  Puncak Mudik Diprediksi Hari Ini, Mobil Diminta Nyalakan Lampu

    Dia berharap BPOM dan dinas terkait lainnya bertindak tegas dalam penyisiran peredaran jamu ilegal. Sebab selain merugikan masyarakat, perputaran roda ekonomi para pedagang jamu lainnya juga bisa terimbas lantaran perbuatan sejumlah oknum pedagang tidak bertanggung jawab tersebut.

    “Saya berharap ini adalah penemuan yang terakhir kali. Dan semoga penemuan ini tidak akan berdampak pada industri jamu di Sukoharjo,” tukasnya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM (Disdagkop UKM) Sukoharjo, Sutarmo mengaku, akan lebih waspada terhadap keluar masuknya barang di pasar.

    Namun, ia juga berujar selama ini telah melakukan pembinaan kepada para pedagang agar menjual barang resmi dan telah berizin agar tidak merugikan orang lain.

    “Memang sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), pengawasan jamu ilegal berada di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Ini jadi salah satu koreksi bersama agar tidak kembali terulang. Kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan,” tuturnya.

    Dynda Wahyu Wardhani

    BAGIKAN