JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Opini Korupsi, Keagamaan dan Kebangsaan

Korupsi, Keagamaan dan Kebangsaan

226
BAGIKAN

Benni Setiawan
Dosen Ilmu Komunikasi FiS dan P-MKU UNY Anggota Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan

Tiada hari tanpa korupsi. Tampaknya tepat menggambarkan kondisi kebangsaan saat ini. Korupsi besar itu tercermin dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebagaimana pada Kamis (30/3). KPK menangkap MFA Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero).

Sebelumnya, KPK juga telah membongkar mega korupsi terkait proyek e-KTP. Korupsi proyek e-KTP yang konon melibatkan nama beken dari jajaran elit politik seakan membenarkan betapa lembaga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah yang terkorup.

KPK juga menetapkan Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal  dan Transmigrasi S sebagai tersangka (27 Mei 2017). Selain S, KPK juga menetapkan JBP (pengawai eselon III Kemendes PDTT), AS (auditor BPK) dan RSG (pegawai eselon I Badan Pemeriksa Keuangan), sebagai tersangka suap laporan keuangan.

Sehari sebelumnya, diberitakan tiga pejabat TNI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan helikopter buatan Inggris. Potensi kerugian negara sebesar Rp 220 miliar.

Korupsi yang dilakukan secara sistematis ini seakan menghina keberimanan bangsa Indonesia yang tercermin dalam Pancasila Sila pertama. Pertanyaan yang muncul Mengapa perwujudan Sila Pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, begitu sulit di tengah ikrar kesetiaan dan sumpah jabatan atas nama agama dan negara?