Lava Tour Merapi, Menikmati Peninggalan Erupsi Sekaligus Refleksi Diri

Lava Tour Merapi, Menikmati Peninggalan Erupsi Sekaligus Refleksi Diri

41
Salah seorang pengunjung saat melihat-lihat beberapa benda yang jadi “korban” keganasan erupsi Gunung Merapi. Foto : Garudea Prabawati

Merapi, gunung teraktif di Indonesia ini pernah menyedot perhatian dunia, menyisakan cerita, juga air mata. Kini sisa-sisanya dapat dinikmati sebagai sebuah kenangan berharga.

Masih melekat di ingatan, kala itu, ketika bencana gunung meletus melanda Yogyakarta. Tahun 2010 tepatnya, ketika Gunung Merapi marah dan meluluhlantakkan kehidupan, menghabiskan  harta  benda juga jiwa penduduk sekitarnya.

Ribuan cerita memprihatinkan berjejal, namun seiring berjalannya waktu, menjadi kenangan yang melekat dan memberikan daya tarik tersendiri.

Masyarakat dapat menikmati sekaligus merefleksi diri dengan peninggalan sisa erupsi melalui paket-paket wisata yang disediakan oleh para pemuda atau pengelola kawasan Merapi, salah satunya melalui paket wisata Lava Tour Merapi.

Joglosemar bersama sejumlah rombongan media dari Solo dan Yogyakarta berkesempatan mengikuti Lava Tour Merapi yang digelar oleh Otoritas  Jasa Keuangan (OJK) Solo pada Rabu (24/5/2017).

Mengendarai Jeep, mobil mengangkut empat penumpang. Para wisatawan mesti berpegangan tangan yang erat, karena kecepatan mobil berpacu dengan medan terjal yang ada akibat erupsi.

Salah satu mobil yang jadi “korban” keganasan erupsi Gunung Merapi. Foto : Garudea Prabawati

Bagus salah satu pemandu sekaligus driver Jeep Weels mengatakan selama kurang lebih 4 jam para wisatawan akan diajak untuk menikmati jalur sisa erupsi Gunung Merapi.

Baca Juga :  Menikmati Indahnya Waduk Gajah Mungkur Dari Atas Langit, Mau? Simak Info Ini

“Medan yang ditempuh lumayan terjal, namun di balik terjalnya medan tersebut ada cerita erupsi yang mengiringi,” jelasnya kepada Joglosemar, Rabu (24/5/2017).

Untuk menikmati Lava Tour Merapi, wisatawan juga dapat memilih paket wisata yang ditawarkan. Biasanya, ada empat paket dengan rentang harga dan waktu tempuh yang beragam yakni short trip, medium trip, long trip, dan sunrise trip.

Semakin jauh rute yang dipilih, semakin banyak tempat yang bisa dilihat. Selama mengikuti paket wisata ini juga wisatawan akan diajak singgah ke berbagai tempat yang memiliki kisah menarik.

Perjalanan pun dimulai, benar saja perlahan dan kemudian semakin cepat,  Bagus memacu mobil terbukanya itu. Perjalanan segar dan menantang dimulai dengan memasuki jalanan terjal yang mengasyikkan, hutan kecil yang teduh, dan beberapa rumah warga yang hancur serta lahan-lahannya yang mulai tumbuh rerumputan.

Deretan gamelan yang jadi “korban” keganasan erupsi Gunung Merapi. Foto : Garudea Prabawati

Di sepanjang jalan, terhampar perkampungan mati yang sudah rata tanah, lautan dan gundukan pasir, sampai pemakaman massal korban Merapi.

Baca Juga :  Menikmati Liburan Panjang Dengan Wisata dan Kuliner di Yogyakarta

Liukan jalan ditambah medan yang tak bersahabat, membuat tubuh para penumpang pun terguncang. Mengerikan lagi, ketika Jeep tiba-tiba nyaris menabrak batu besar, namun dengan cepat Bagus mengerem.

Teriakan terkejut namun disambung tawa lepas menjadi keseruan dalam perjalanan. Jeep terus melaju dengan kecepatan tinggi.

Sesekali pengemudi harus menginjak gas lebih dalam saat roda masuk ke dalam cekungan jalan maupun menanjak di gundukan batu.

Bahkan, tak jarang karena jalanan yang semakin mengecil, antara jeep satu dengan yang lainnya saling bertemu, dan nyaris tubrukan.

Para pengunjung dibawa menggunakan mobil offroad, menyusuri sungai. Foto : Garudea Prabawati

Namun para driver hanya senyum sambil mengacungkan jempol saja. Tak ada rona kemarahan atau emosi, karena bagi mereka prinsip sama-sama mencari rezeki adalah yang utama, dan demi keselamatan semua penumpang.

Tak selang lama, Bagus memandu melewati Desa Tangkisan. Di sana kami melewati makam massal. “Sekitar 33 korban erupsi dimakamkan di sini,” ujar Bagus.

1
2
BAGIKAN