JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Layanan Rawat Inap Dipindah, Warga Lakukan Aksi Hearing di DPRD Sukoharjo

Layanan Rawat Inap Dipindah, Warga Lakukan Aksi Hearing di DPRD Sukoharjo

21
ilustrasi

SUKOHARJO – Sekitar 20  warga dari berbagai desa di Kecamatan Nguter melangsungkan aksi hearing di DPRD Sukoharjo, Senin (8/5/2017).

Hal tersebut lantaran adanya kabar tentang dipindahnya fasilitas rawat inap di Puskesmas Desa Celep ke Puskesmas Induk Nguter per 1 Mei. Meski belum terealisasi, kabar tersebut tampaknya terus meresahkan warga.

Salah satu warga Desa Celep, Sadiyo mengatakan bahwasanya penduduk menolak keras pemindahan fasilitas rawat inap tersebut. Lantaran bila dipindah, maka warga juga akan semakin jauh bila ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Yang datang ke Puskesmas Celep tidak hanya dari Desa Celep saja. Namun juga dari Desa Serut, Desa Jangglengan dan Desa Plesan. Selama ini Puskesmas Celep selalu jadi tujuan warga ketika membutuhkan pertolongan pertama. Baik untuk layanan dasar kesehatan maupun layanan kesehatan lebih jauh berupa rawat inap,”ungkapnya di hadapan Komisi IV DPRD Sukoharjo.

Adapun Camat Nguter Sumarno membenarkan beredarnya informasi tersebut. Ia pun langsung mencari kebenaran dari berita tersebut.

Lantaran menurutnya pelayanan kesehatan di wilayah Nguter timur harusnya ditingkatkan. Mengingat berkembangnya Kawasan Industri Nguter (KIN).

“Saya sudah tanyakan langsung ke UPTD Puskesmas Nguter namun belum ada kepastian,”kata dia.

Terkait protes warga tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi mengaku belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak terkait. Namun ia mengatakan salah satu visi misi bupati yakni meningkatkan layanan kesehatan.

“Seharusnya fasilitas rawat inap yang ada ditingkatkan, bukannya dipindahkan,”ulasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Nasruddin menyampaikan, selama ini Puskesmas Celep menjadi bagian dari manajemen Puskesmas Nguter.

Terkait informasi tersebut, Nasruddin mengaku hanya sebatas wacana dan belum akan direalisasikan. “Jadi belum jadi keputusan,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, saat ini DKK memang tengah mempersiapkan Puskesmas Nguter dalam penilaian akreditasi sehingga sempat muncul wacana tersebut.

Namun, untuk merealisasikannya dibutuhkan kajian mendalam sebelum diputuskan.

Bahkan, ujar Nasruddin, dalam kajian tersebut yang muncul bukannya pemindahan fasilitas rawat inap, namun meningkatkan fasilitas yang sudah ada agar lebih baik lagi.

Dynda Wahyu Wardhani

BAGIKAN