JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Lima Keluarga di Ngargoyoso Diusulkan Relokasi

Lima Keluarga di Ngargoyoso Diusulkan Relokasi

33
BAGIKAN
ilustrasi. Foto Dok Joglosemar

KARANGANYAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar memasang rambu-rambu peringatan di wilayah rawan longsor.

Rambu-rambu tersebut menyusul terjadinya bencana longsor di beberapa lokasi dalam waktu dekat. Meski tidak ada korban jiwa, dalam waktu sepekan ini telah terjadi bencana longsor di tiga lokasi.

Seperti di Dukuh Banaran, RT 003 RW 001, Desa Plosorejo, Kerjo, pada Senin (1/5/2017) sekitar pukul 12.00 WIB. Longsor menimpa kandang sapi ukuran 5×10 meter milik Tarso Sularno.

Bencana serupa juga terjadi di Kecamatan Kerjo, yakni di Dukuh Kerjo, RT 001/RW 002, Desa Sumberejo, Kerjo, Selasa (2/5/2017) pukul 13.00 WIB. Bencana ini menimpa garasi mobil milik Ismadi.

Dan yang terakhir, terjadi di Dukuh Tempukrejo RT 002/RW 004, Desa Jenawi, Jenawi, Rabu (3/5/2017) pukul 17.30 WIB. Longsor menimpa jalan di belakang rumah salah satu warga sekitar.

Sekretaris BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan, enam rambu-rambu itu dipasang di sejumlah lokasi rawan longsor, seperti di Jenawi dan Ngargoyoso.

“Selain memasang peringatan dini, kami juga telah mengusulkan relokasi warga yang tinggal di lokasi yang rawan longsor,” terang Hendro, Kamis (4/5/2017).

Hendro melanjutkan, relokasi warga yang dimaksud, yakni lima keluarga di Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso.

Usulan tersebut dikarenakan lima keluarga tersebut tinggal di lokasi yang rawan longsor. Ia menyebutkan, dari 5 keluarga terdapat 15 jiwa dengan dua orang di antaranya masih balita.

“Rencana relokasi, akan menggunakan dana dari APBD Karanganyar tahun 2017. Namun, usulan ini tergantung keputusan dari pihak Pemkab Karanganyar,” ujar dia.

Satria Utama