JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Lima Perusahaan Sepakat Tolak Taksi Online di Solo

Lima Perusahaan Sepakat Tolak Taksi Online di Solo

186
BAGIKAN
ilustrasi

SOLO – Sebanyak lima perusahaan taksi di Kota Solo sepakat untuk menolak keberadaan taksi online. Sebagai bentuk protes, mereka akan menggelar aksi damai keliling kota, Kamis (18/5/2017)

Kesepakatan untuk menolak aplikasi taksi online Uber terbentuk dalam rapat bersama yang digelar Senin (15/5/2017) kemarin.

Dalam rapat itu disepakati penolakan akan dilakukan selama izin taksi online tersebut belum dikantongi perusahaan yang menjalankannya.

“Aksi akan dimulai dengan mengambil rute start dari depan stadion Manahan menuju Balaikota Surakarta dan ditutup dengan mendatangi DPRD Kota Surakarta,” ucap Manajer Kosti Solo, Suyanto di sela-sela rapat.

Akan ada puluhan taksi yang akan berpartisipasi dalam aksi ini. Sementara lima perusahaan yang akan ambil bagian antara lain Kosti Solo, Gelora Taxi, Mahkota Taxi, Bengawan Taxi, dan Sakura Taxi.

“Kami menolak Uber yang kehadirannya di Solo masih ilegal karena masih belum dapat izin dari Pemerintah Kota dan Dinas Perhubungan. Jadi, penolakan ini bukan ke taksi onlinenya tapi lebih ke Ubernya,” jelas Suyanto.

Pemilik Gelora Taxi, Taka menambahkan hal ini dirasa tak akan menjadi sebuah permasalahan jika saja Uber mematuhi aturan dengan menggandeng perusahaan taksi yang sudah ada.

“Ini sudah diberikan surat peringatan untuk tak boleh beroprasi dan melakukan perekrutan tapi mereka tetap nekat beroperasi. Maka dari itu kami akan melakukan upaya pencegahan baik secara prosedural maupun pergerakan massa,” papar Taka.

Sekadar informasi, Jumat (12/5) lalu Dinas Perhubungann Kota Surakarta telah melayangkan surat larangan untuk segera menghentikan kegiatan perekrutan dan pengoprasian Uber.

“Kalau mau sesuai aturan ya harus mengrangkul perusahaan taksi yang sudah ada,” pungkas Taufiq Muhammad, Kepala Seksi Angkutan, Dishub Surakarta

Huriyanto