JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo LIPUTAN KHUSUS : Warga Berharap Sumur Dalam

LIPUTAN KHUSUS : Warga Berharap Sumur Dalam

12
BAGIKAN
Joglsoemar|Insan Dipo Ferdias
BANYAK SAMPAH- Petugas membersihkan sampah di tempat penyaringan air PDAM Jurug. Solo, Rabu (13/4). Banyaknya sampah di sungai Bengawan Solo, menjadi kendala saat penyaringan air PDAM.

Gemericik air terdengar dari rumah Wiyono (56). Warga RT 1/RW 24, Kelurahan Jebres itu cekatan mencuci perlengkapan makan yang digunakannya. Usai itu, ia mengisi penuh penampungan air dan ember-ember kosong dengan aliran air PDAM.

“Mumpung airnya lancar diisi semua, Mas,” ujar Wiyono saat Joglosemar berkunjung.

Dia mengatakan, aliran air dari PDAM sering kali tak lancar. Pagi hari saat hendak beraktivitas air justru tidak mengalir dan baru keluar pukul 10.00 WIB. Kondisi seperti itu terjadi hampir setiap hari. Selain itu, air PDAM juga keruh jika musim penghujan.

“Kalau musim kemarau seperti ini bersih. Tapi kalau musim penghujan keruh,” imbuhnya.

Wiyono mengaku telah mendengar kabar bahwa RW 24 Kelurahan Jebres akan menerima bantuan umur dalam. Ia berharap bantuan tersebut segera direalisasikan, karena akan mengurangi beban warga.

“Kalau tagihannya murah, airnya lancar dan layak konsumsi, rekening PDAM saya mau saya cabut,” ujarnya.

Begitupun Siwi (30),  warga RT 2/RW 24 Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres. Ia juga mengeluhkan pasokan air PDAM yang tidak lancar. Menurutnya hal itu dipengaruhi tingginya konsumsi air.

Pasalnya, Jebres merupakan kawasan rumah kos yang banyak dihuni mahasiswa. Pagi hari aliran air PDAM mati, dan baru mengalir menjelang siang. Sekitar pukul 17.00 WIB aliran air mati dan baru mengalir pukul 23.00 WIB.

“Ini sudah biasa, kadang malah kotor dan bau kaporit,” ungkapnya.

Akibatnya, Siwi mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan sampai Rp 100.000 per bulan untuk membeli air minum isi ulang, sebab kualitas air PDAM tidak layak konsumsi. Air PDAM hanya dia manfaatkan untuk keperluan MCK (Mandi Cuci Kakus).