JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan LKS Sebagai Indikator Mengukur Kualitas Siswa

LKS Sebagai Indikator Mengukur Kualitas Siswa

25
BAGIKAN
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
LOMBA KOMPETENSI SISWA – Seorang siswi mengerjakan tugas saat mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2017 Tingkat Nasional bidang tekstil di kawasan Stadion Manahan, Surakarta, Selasa (16/5). Lomba Kompetensi Siswa 2017 memperlombakan 56 bidang lomba yang diikuti oleh 1.114 siswa SMK terbaik dari 34 provinsi se Indonesia.

SOLO — Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikdasmen Kemendikbud), Hamid Muhamad, mengatakan ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke-25 tingkat nasional menjadi salah satu indikator untuk mengukur kualitas siswa.

Demikian disampaikan Hamid saat membuka LKS SMK ke-25 tingkat nasional tahun 2017 di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (15/5/2017).

“LKS ini sebagai salah satu indikator untuk mengukur kualitas siswa dan lulusan. Maka pada umumnya, SMK yang mengikuti LKS tingkat nasional ini adalah SMK terbaik,” ujar Hamid.

Untuk itu Hamid berharap kualitas LKS SMK tahun ini semakin meningkat. Dengan kualitas LKS SMK meningkat membuktikan bahwa kualitas siswa SMK juga turut meningkat.

“Untuk saat ini, sekolah yang berkualitas dilihat dari tingkat bekerja lulusannya. Semakin tinggi yang diserap di industri artinya lulusannya banyak dibutuhkan industri dan lulusan banyak dicari oleh industri,” kata Hamid.

Lanjut Hamid, hampir 60-80 persen lulusan SMK terserap dalam dunia kerja. Saat ini, perhatian pemerintah terhadap SMK sangat tinggi. Harapannya lulusan SMK ini bisa menopang industri serta mampu menumbuhkan perekonomian negara.

LKS SMK ke-25 digelar mulai Senin-Jumat (15-19/5/2017). Peserta lomba ini merupakan perwakilan terbaik dari 34 provinsi di Indonesia. Setelah upacara pembukaan, pelaksanaan lomba akan dimulai Selasa-Jumat (16-19/5/2017)

Adapun pelaksanaan lomba disebar di beberapa titik di Kota Solo. Selain Stadion Manahan Solo, ada tujuh SMK serta beberapa lokasi lain yang direncanakan sebagai tempat uji kompetensi (TUK) untuk beberapa bidang lomba.

Ketujuh SMK tersebut yaitu SMKN 2, SMKN 4, SMKN 5, SMKN 6, SMKN 7, SMK Warga dan SMK Mikael. Sedangkan beberapa lokasi lainnya, yaitu Hotel Swiss Bellin, Hotel The Sunan, dan PT. Putra Nugraha.

Dwi Hastuti