JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Mabuk di Pendapa Gede, Lima ABG Diamankan Satpol PP, Tiga Diantaranya Perempuan...

Mabuk di Pendapa Gede, Lima ABG Diamankan Satpol PP, Tiga Diantaranya Perempuan Berstatus Pelajar

126
BAGIKAN
ABG MABUK—Lima ABG diamankan Satpol PP Boyolali lantaran kedapatan tengah mabuk di Pendapa Gede Pemkab Boyolali, Selasa (16/5). Foto : Ario Bhawono

BOYOLALI—Lima remaja atau anak baru gede (ABG) diamankan Satpol PP Boyolali lantaran mabuk-mabukan di Pendapa Gede kompleks kantor terpadu Pemkab Boyolali, Selasa (16/5/2017). Ironisnya, tiga dari lima ABG itu adalah perempuan dan berstatus pelajar.

Informasi yang dihimpun, pihaknya mendapat laporan ada lima ABG tengah tidur-tiduran di serambi pendapa.

Padahal saat itu sekitar pukul 08.00 WIB, kompleks kantor terpadu Pemkab juga sudah ramai PNS yang hendak mengikuti workshop di pendapa.

Setelah didatangi petugas Satpol PP, kelima ABG yang tengah tiduran tersebut ternyata dalam kondisi mabuk. Kontan saja kelimanya langsung digelandang ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan.

Kasie Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko mengatakan, selain mengamankan kelima ABG itu, pihaknya juga menyita minuman keras jenis ciu yang dikemas dalam botol air mineral.

Kelima ABG tersebut adalah ADP (17) warga Tulung, Klaten yang merupakan siswa salah satu SMP negeri di Jatinom, Klaten; kemudian NA (15) siswi salah satu SMK di Boyolali asal Tambak, Mojosongo; RIF (15) siswi salah satu SMP negeri di Boyolali asal Manggis, Mojosongo; Kristanto (18) asal Cepogo; dan Aprilia Ekasari (26), warga Kestalan, Banjarsari, Solo.

“Mereka mengaku datang ke pendapa sekitar pukul 02.00 WIB tadi malam (kemarin). Sebelum itu mereka mengaku minum minuman keras di kawasan museum,” ungkap Joko.

Atas kejadian ini, kelima remaja tersebut kemudian didata dan diberi pembinaan. Khusus ABG yang masih di bawah umur, menurut Joko dikembalikan kepada orangtuanya masing-masing.

“Untuk yang pelajar, kami juga minta pihak sekolah yang bersangkutan untuk ikut memberikan pembinaan,” tegas Joko.

Lebih lanjut, pihaknya sering mendapati perilaku remaja yang tidak terpuji dilakukan di kompleks kantor terpadu Pemkab Boyolali.

Joko menyayangkan atas kejadian itu, apalagi para remaja tersebut selain sebagian merupakan perempuan, juga masih berstatus pelajar.

Sementara itu, salah satu pelaku, Aprilia Ekasari mengaku dirinya ikut minum minuman keras di kawasan Simpang Lima, Semarang. Dia mengaku terpaksa ikut mabuk-mabukan lantaran ada masalah dengan pacarnya.

Ario Bhawono