JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Mapolresta Surakarta Turut Kebanjiran Karangan Bunga

Mapolresta Surakarta Turut Kebanjiran Karangan Bunga

67
Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
DIPENUHI KARANGAN BUNGA – Seorang warga berjalan di dekat karangan bunga yang dipasang di depan Mapolresta Surakarta, Minggu (7/5). Karangan bunga tersebut berisi kata-kata dukungan terhadap TNI dan Polri untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

SOLO – Polresta Surakarta turut kebanjiran karangan bunga dari orang tidak dikenal yang menyerukan dukungan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hingga Minggu (7/5/2017) jumlahnya telah mencapai sekitar 30 buah karangan bunga.

Kasbag Humas Polresta Surakarta, AKP Yuliantara menyebutkan, hingga Minggu (7/5/2017) jumlah karangan bunga yang datang ke Mapolresta Surakarta masih terus bertambah.

Berbagai macam tulisan menyertai karangan bunga tersebut mulai dari dukungan untuk Polri hingga dukungan terhadap NKRI.

“Karangan bunga sudah berdatangan sejak Rabu (3/5/2017) lalu. Kami sendiri tidak tahu pasti siapa pengirimnya. Pun sama, tidak diketahui juga maksud dan tujuan tulisan di karangan bunga tersebut,” tuturnya, Minggu (7/5/2017).

Sementara itu, Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo memberikan apresiasi tersendiri terhadap karangan-karangan bunga tersebut.

Menurutnya, selama tidak memiliki tujuan buruk, karangan bunga tersebut masih bisa diterima. “Ya, kalau tujuannya baik nggak masalah,” tukasnya.

Dikatakan Kapolresta, karangan bunga mulai datang sejak Rabu lalu dengan jumlah kurang dari 10 buah. Jumlah ini terus bertambah hingga pada Sabtu (6/5/2017) sudah mencapai 22 buah karangan bunga.

Seperti diketahui, Mapolresta Surakarta bukan satu-satunya tempat tujuan karangan bunga dari orang yang tidak dikenal. Tempat lain yang juga menjadi tujuan pengiriman adalah Balaikota Surakarta.

Sejumlah pesan positif disampaikan melalui karangan bunga tersebut, mulai dari sinergitas TNI-Polri, Ketegasan Polri dalam mengungkap kasus dan masih banyak yang lain.

Sementara itu, fenomena kiriman karangan bunga sendiri merebak usai Pilkada DKI beberapa waktu lalu. Karangan bunga membanjiri kantor Balaikota, Jakarta setelah kekalahan pasangan Ahok-Djarot.

Kendati demikian Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo belum lama ini enggan mengaitkan karangan bunga “misterius” di Balaikota dengan Pilkada DKI.

#Triawati Prihatsari Purwanto

BAGIKAN