JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Mau Ngintip Perekaman Lagu Indonesia Raya di Lokananta?

    Mau Ngintip Perekaman Lagu Indonesia Raya di Lokananta?

    41
    BAGIKAN
    Joglosemar | Kurniawan Arie Wibowo
    PEREKAMAN INDONESIA RAYA—Sejumlah pemain musik mengikuti Perekaman Ulang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya di Studio Lokananta, Surakarta, Sabtu (20/5/2017).

    Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan sepenuh jiwa raga rasanya tak semudah mengucapkannya dengan lidah. Karena bernyanyi dengan penuh penghayatan akan menimbulkan efek cinta Tanah Air . Hal ini membuat setiap kata yang terucap mampu menggerakkan seluruh jiwa raga yang bernyanyi maupun yang mendengarkan.

    Itulah kiranya tujuan perekaman ulang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada Kamis hingga Jumat (18-19/5/2017) kemarin. Dirunut sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sudah direkam dua kali, pada tahun 1950-an ditangani langsung oleh seorang komposer asal Belanda Josef Kleber. Rekaman kedua di bawah arahan komposer Indonesia Sudjasmin di bawah pimpinan Adi MS yang direkam di Australia pada tahun 1997.

    “Rekaman yang ketiga ini di bawah konduktor Sapta Swara Kusbini, direkam di tempat milik sendiri (Lokananta-Red) yang dipimpin oleh Purwacaraka dan ini merupakan karya anak bangsa,” ujar Kepala Perum Percetakan Negara Cabang Surakarta Lokananta, Miftah Zubir dalam acara jumpa pers kepada wartawan pada Sabtu (20/5/2017).

    Pemilihan lokasi rekaman di Museum Lokananta pun mengandung maksud adanya ikatan historis yang kuat. Lokananta merupakan studio musik tertua milik bangsa Indonesia. Selain itu di Lokananta tersimpan piringan hitam rekaman Lagu Indonesia yang pertama.

    Sementara itu salah satu konduktor rekaman Lagu Kebangsaan Indonsesia Raya, Sapta Swara Kusbini mengungkapkan bahwa tim yang terlibat pada acara perekaman Lagu Indonesia Raya berasal dari alumni Gita Bahana Nusantara. Gita Bahana Nusantara merupakan tim paduan suara yang biasa tampil dalam upacara 17 Agustus di Istana Negara Jakarta.

    “Kebetulan para pemain yang terlibat dalam kegiatan rekaman ini merupakan anak terbaik bangsa , alumni Gita Bahana Nusantara dari angkatan 2010 hingga 2016,” ungkap Sapta.

    Sapta mengaku hanya membutuhkan waktu dua hari untuk latihan dan mempersiapkan 70 para pemain musik dan tim paduan suara. Sebelum mengikuti kegiatan rekaman, tujuh puluh pemain dibekali tentang sikap- sikap nasionalisme kebangsaan. Mereka diberikan pemahaman yang baik mengenai makna setiap kata dalam lagu kebangsaan.