JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Mbah Gotho Meninggal, Begini Nasib Rekornya Sebagai Manusia Tertua Dunia

Mbah Gotho Meninggal, Begini Nasib Rekornya Sebagai Manusia Tertua Dunia

580
BAGIKAN

SRAGEN- Kepergian Sodimejo alias Mbah Gotho, yang diklaim sebagai manusia tertua asal Dukuh Segeran RT 18/8, Cemeng, Sambungmacan tidak hanya menyisakan kehilangan bagi semua orang yang pernah mengenangnya. Namun, sepeninggal kakek berusia 146 tahun 4 bulan itu juga menyisakan pertanyaan seputar nasib pencatatan Mbah Gotho di Museum Rekor Dunia sebagai manusia tertua dunia yang pernah dijanjikan oleh tim dokter Amerika Serikat (AS).

Cucu Mbah Gotho, Suryanto mengungkapkan informasi yang diterimanya, hasil tes yang dilakukan tim dokter AS beberapa waktu lalu itu, baru akan disampaikan enam pekan sesudahnya. Sehingga hasilnya kemungkinan baru akan dikirimkan empat pekan ke depan mengingat kedatangan tim dokter dari negeri Paman Sam itu baru dua pekan lalu.

“Informasi terakhir yang kami terima, hasil tes dari dokter amerika itu akan dikirimkan enam minggu. Ini baru dua minggu, jadi mungkin 4 minggu lagi,” paparnya kepada Joglosemar, Selasa (2/5/2017).

Suryanto menceritakan tim dokter AS itu berjumlah dua orang dengan satu diantaranya bernama Dr Erick. Selama tiga hari sebelum Mbah Gotho jatuh sakit, mereka melakukan pemeriksaan beberapa hal terhadap almarhum Mbah Gotho.

Mulai dari tes DNA, kadar gula hingga beberapa aspek untuk memastikan
kebenaran usia Mbah Gotho. Tes itu dilakukan untuk kepentingan dicatatkan ke Museum Rekor Dunia sebagai manusia tertua.

Terpisah, Wabup Sragen, Dedy Endriyatno saat menghadiri takziyah di rumah Mbah Gotho menyampaikan kepada wartawan bahwa prose situ masih tetap berlanjut. Sebab, sampel darah, DNA dan lain-lain yang sudah dites sudah dibawa oleh tim dokter asal Amerika tersebut.

“Masih lanjut. Kan sampel darah dan lain-lain sudah dibawa,” tukasnya. (#Wardoyo)