Memberantas Korupsi Harus dari Hulu Sampai Hilir

    Memberantas Korupsi Harus dari Hulu Sampai Hilir

    25
    ilustrasi

    Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta akhirnya menetapkan dua orang tersangka kasus korupsi rehab dan pengadaan sarana prasarana (Sarpras) Gedung Olahraga (GOR) Manahan, Senin (22/5). Kini kedua pelaku dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Kelas 1A Surakarta.

    Keduanya adalah INA selaku Direktur CV Bernief dan MAT, pemilik CV Bernief. Penahanan dilakukan berdasar hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jateng. Penetapan status tersangka tersebut sudah diawali dengan memintai keterangan kedua pelaku tiga kali sebagai saksi.

    Kejari Surakarta menyediakan kuasa hukum untuk kedua tersangka karena mereka tidak mampu membawa kuasa hukum sendiri.  Sementara pihak Kejari masih mengembangkan kasus tersebut untuk mencari keterlibatan pelaku lain.

    Baca Juga :  Antisipasi Gangguan di Wilayah Sukoharjo, Kamtibmas Patroli Bersenjata Lengkap

    Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal (3) UU RI No. 31/1999 Jo No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun dan  denda paling banyak Rp 1 miliar.

    Anggaran proyek rehab dan pengadaan GOR Manahan tersebut bersumber dari APBN 2014 senilai Rp 2,1 Miliar, yakni  dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pengusutan kasus itu bermula dari laporan warga yang menduga ada korupsi proyek rehab dan pengadaan Sarpras GOR Manahan pada awal 2016 lalu.

    Lalu Kejari menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan, sampai kemudian menahan tersangka. Sejauh ini, Kejari sudah memeriksa 25 orang saksi. Dalam kasus ini, ditemukan kekurangan volume pengerjaan fisik  yang tidak sesuai dengan perjanjian kontrak. Barang bukti yang ditemukan di antaranya kuitansi, dokumen dalam komputer, laporan keuangan dan lain-lain.

    Baca Juga :  Puncak Mudik Diprediksi Hari Ini, Mobil Diminta Nyalakan Lampu

    Sebenarnya, kalau melihat dari nilai proyek, apalagi yang bersumber dari sumber APBN, angka tersebut terhitung kecil. Terlebih lagi, penyimpangan tersebut tidak berdampak langsung pada kondisi fisik proyek bangunan. Orang awam tidak mampu melihat atau merasakan adanya kerugian dari tindakan kedua tersangka atau tersangka lain yang kemungkinan masih bakal diungkap lebih lanjut.

    1
    2
    BAGIKAN