JOGLOSEMAR.CO Hiburan Wisata Mengunjungi Desa Terbersih Dunia di Bali, Karang Memadu Tempat Khusus Bagi Pelaku...

Mengunjungi Desa Terbersih Dunia di Bali, Karang Memadu Tempat Khusus Bagi Pelaku Poligami (Bagian 2)

104
BAGIKAN
Para turis mancanegara saat menikmati keasrian Desa Penglipuran yang berada berada di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Foto : Ari Welianto

Desa Penglipuran yang berada di Kabupatan Bangli, Bali, tidak hanya dikenal sebagai desa terbersih di dunia.

Penglipuran juga dikenal sebagai desa yang masih memegang teguh budaya leluhur.

Setiap warga harus menataati aturan-aturan adat yang ada. Salah satu aturan adat itu adalah laki-laki di desa itu tidak boleh berpoligami atau mempunyai istri lebih dari satu.

Jika ada warga yang melanggar dan punya istri lebih dari satu, maka yang bersangkutan mendapatkan saksi berat yaotu ditempatkan di sebuah tempat khusus bernama Karang Memadu untuk diasingkan.

Lokasi Karang memadu itu berada di pojok sebelah selatan Desa Penglipuran. Tempat itu berupa lahan kosong yang cukup luas tak ada bangunan, yang ada hanya pepohonan dan ilalang. Sejauh ini belum ada warga yang poligami, mereka takut akan ditempatkan di Karang Memadu.

“Disini tidak warga yang mau berpoligami. Karena jika ada, maka akan ditempatkan di Karang Memadu,” terang Pengelolan Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng belum lama ini sambil menunjukan lokasi Karang Memadu.

Selama menempati Karang Memadu, warga tidak boleh mengikuti sembahyang di pura desa adat ini. Bahkan juga tidak diperbolehkan bergaul atau berkomunikasi dengan warga sekitar, karena dianggap kotor dan pernikahannya tidak di akui.

Selama ini warga tetap menjunjungi tinggi dan memahami dengan baik larangan untuk tidak poligami jika tidak ingin diasingkan.

“Itu merupakan kesepakatan bersama dan ini untuk menghormati kaum perempuan di sini. Itu tetap akan dipertahankan dan dilestarikan sampai sekarang serta dihindari warga setempat. Sejauh ini belum ada warga yang menempati di sana,” ungkapnya.

Sementara itu  Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, Ida Bagus Giri menyatakan di Desa Wisata Penglipuran ini juga memperhatikan dan menghormati kaum perempuan. Jadi secara adat dan kenyataan warga di sini tidak boleh berpoligami atau punya istri lebih dari satu.

“Di sini ada Karang Memadu, jadi warga yang punya istri lebih dari dua akan disingkirkan dan ditempatkan disana,” imbuhnya.

Ini merupakan salah satu dukungan eksistensis terhadap perempuan di Desa Penglipuran. Aturan ini sangat dihormati sekali oleh masyarakat dan tidak mau melanggar, karena sanksinya itu cukup berat.

“Ini salah satu budaya dan adat yang ada di sini. Itu sampai kapan pun akan tetap di jaga, sehingga warga disini bisa hidup sejakterah dan rukun,” tandasnya.

Ari Welianto | Bersambung