Mewisuda 97 Mahasiswa, Ini Harapan Rektor Universitas Setia Budi

Mewisuda 97 Mahasiswa, Ini Harapan Rektor Universitas Setia Budi

20
JOGLOSEMAR/Dwi Hastuti
WISUDA: Universitas Setia Budi (USB) Surakarta melepas 97 lulusannya dalam wisuda periode I Tahun 2017 di Gedung Wanita Sasana Krida Kusuma, Selasa (16/5).

SOLO – Rektor Universitas Setia Budi (USB) Surakarta, Djoni Tarigan berpesan kepada seluruh lulusan untuk senantiasa memiliki budi pekerti yang luhur.

Menurut Djoni, bekal pintar, cerdas dan IPK tinggi saja dinilai tidak cukup melainkan juga perlu memiliki iman yang bagus dan budi pekerti yang luhur.

“Dengan memiliki budi pekerti yang luhur maka dia akan tumbuh sebagai pribadi yang suka menolong, mengasihi dan rela berkorban. Kalau tidak memiliki nilai-nilai seperti ini, mustahil akan berhasil,” ujar Djoni disela-sela wisuda periode 1 tahun 2017 di Gedung Wanita Sasana Krida Kusuma, Manahan, Selasa (16/5/2017).

Sementara itu, Wakil Rektor 1 USB Peni Pudjiastuti dalam laporannya mengemukakan, sebanyak 97 lulusan tersebut terdiri atas 9 orang lulusan Program Pascasarjana Fakultas Farmasi, 74 lulusan dari Program S1 Fakultas Farmasi, 1 orang dari Prodi S1 Teknik Kimia, 2 orang dari S1 Teknik Industri , 7 orang dari Prodi S1 Psikologi, dan 4 orang dari Prodi S1 Akuntansi.

Baca Juga :  Akhirussanah Angkatan XIV Tahun 2016/2017 SDIT Nur Hidayah

Adapun pada wisuda periode ini, lanjutnya, terdapat 26 wisudawan yang dinyatakan cumlaude.

Di antaranya, Nurul Aini, SFarm MFarm dari Prodi Pascasarjana Ilmu dan Irene Rambu Yety Diki Dongga SFarm dari Prodi Ilmu Farmasi untuk jenjang sarjana.

Peni menambahkan, sampai saat ini USB sudah meluluskan sebanyak 14.180 orang alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Akhirussanah Angkatan XIV Tahun 2016/2017 SDIT Nur Hidayah

Mayoritas dari mereka telah berkarya baik di instansi pemerintah, swasta maupun sebagai wirausahawan. Proses pendidikan di USB menurutnya diselenggarakan oleh program studi yang sudah terakreditasi BAN-PT.

Untuk wisuda pada lulusan tahun 2017 ini, sesuai dengan Permenristekdikti No.44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT), tiap lulusan mendapatkan ijazah dan transkrip nilai dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta diberikan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

“Dengan ini diharapkan mampu menambah daya saing lulusan baik di dalam maupun di luar negeri,” pungkas Peni.

Dwi Hastuti

BAGIKAN