JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Minta Maaf, Begini Pengakuan Kasek di Sragen Terduga Penyebar Postingan Bernuansa SARA

Minta Maaf, Begini Pengakuan Kasek di Sragen Terduga Penyebar Postingan Bernuansa SARA

622
BAGIKAN
Ilustrasi

SRAGEN- ST (54), oknum Kepala Sekolah (Kasek) sebuah SDN di Sambirejo yang diadukan karena diduga menyebarkan postingan dari Facebook (FB) bernuansa SARA, mengakui sebenarnya tak ada niatan
menyebar postingan bernuansa SARA apalagi menistakan agama Islam. Kepada masyarakat dan tokoh-tokoh agama di Sambirejo maupun Sragen, ia juga menyatakan minta maaf atas ketidaksengajaannya yang berbuntut memicu persoalan tersebut.

Hak itu disampaikan ST seusai memenuhi panggilan pemeriksaan di Polres Sragen, Senin (29/5/2017). Ditemui usai pemeriksaan,ST mengatakan postingan berupa screenshoot dari akun Facebook (FB) atas nama Yohanes Eko Baskoro,itu sebenarnya sudah ada di HP-nya sejak April lalu.

Postingan yang berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad itu dikirim oleh grup WA dari PT Jantara Plesentasi, yang ia sendiri tak pernah tahu.

“Pas Selasa (22/5/2017) sore, sekitar jam 19.00 WIB, ada senior saya Pak
Sunarto datang ke rumah. Saya tunjukkan postingan itu, maksud saya mau saya sharingkan karena isinya menyangkut ketidakbaikan. Karena tulisannya kecil-kecil, Pak Narto bilang coba kirim WA ke saya. Akhirnya saya kirim,” paparnya.

Tiga menit kemudian, ST mendapat kiriman WA dari saudaranya berinisial NS, yang sama-sama menjadi Kasek SD di Sambirejo perihal postingannya di grup WA Kasek. Rupanya kiriman postingan itu tak hanya ke WA Sunarto namun juga ke WA Kasek SD. Melihat hal itu, seketika ST mengaku langsung meminta maaf atas postingan tak sengaja itu.

“Umur saya sudah 54 Mas dan saya juga baru 6 bulan tahu WA Mas. Tadinya saya cari nama Pak Narto dan waktu ngirim, nggak tahu mungkin nyenggol Grup WA Kasek sehingga ikut kecentang dan ikut terkirim. Wong jam diterimanya sama-sama 19.07 WIB. Jadi sedikit pun sebenarnya gak ada niat sama sekali untuk nyebar ke grup apalagi menistakan agama Islam, ” tuturnya lirih.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan minta maaf dan siap untuk dipertemukan tokoh-tokoh agama oleh Bupati maupun Kapolres. Ia juga menegaskan bahwa sebenarnya dirinya hanya ingin mensharingkan kiriman postingan yang menurutnya juga tidak pas tersebut.

“Saya sendiri juga nggak setuju dengan isi postingan FB itu. Niat saya akan saya sharingkan dengan Pak Narto, nggak tahunya malah ikut terkirim ke grup WA. Sekali lagi saya minta maaf kalau hal itu telah menimbulkan masalah begini,” tuturnya.

Jogoboyo Desa Jambeyan, Hariyanto membenarkan adanya pemeriksaan ST di
Polres. Ia bahkan kemarin ikut mendampingi ST hingga di Polres. Namun
ia hanya sebatas memberikan pendampingan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan proses di kepolisian, pihaknya tak mencampuri.

Terpisah, Camat Sambirejo, Rusmanto menyampaikan, atas permintaan ST,
Sabtu (27/5/2017) malam, pihaknya bersama Kapolsek dan Danramil sudah memfasilitasi mempertemukan ST dengan perwakilan tokoh agama di Sambirejo. Dalam forum itu, ST menyatakan minta maaf, menyesali dan tidak sengaja menyebar apalagi menistakan agama. Namun untuk proses hukum di kepolisian, menurutnya hal itu sudah di luar kewenangannya.

“Kepentingan kami hanya sebatas menjaga kondusivitas di wilayah Sambirejo saja dan sejauh ini situasi relatif kondusif, “ jelasnya.(#Wardoyo)