JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Minta Tambah Gas Melon, Pemkab Wonogiri Belum Dapat Jawaban

Minta Tambah Gas Melon, Pemkab Wonogiri Belum Dapat Jawaban

8
BAGIKAN
ilustrasi gas

WONOGIRI—Hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri belum mendapatkan jawaban pasti terkait pengajuan penambahan elpiji melon alias elpiji bersubsidi 3 kilogram.

Namun demikian, pihak agen dan pangkalan sudah ancang-ancang mengantisipasi kelangkaan gas.

Pemkab Wonogiri melalui Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan menyatakan telah mengajukan permintaan penambahan kuota gas elpiji melon kepada pihak Pertamina.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi kemungkinan terjadi lonjakan permintaan kalangan konsumen selama bulan puasa hingga Lebaran mendatang.

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri Wahyu Widiastuti, menyebutkan, usulan ke pihak Pertamina agar pasokan gas melon ke daerahnya ditambah sudah dilakukan sekitar Maret lalu.

Namun sampai saat ini belum ada respons. “Sehingga secara otomatis kami memilih wait and see saja dulu,” sebut Wahyu, Senin (29/5/2017).

Meski demikian, kata dia lagi, Satgas Lebaran Wonogiri yang beranggotakan kalangan agen gas bersubsidi 3 kilogram sudah ancang-ancang dengan persiapan khusus.

Langkah tersebut diambil sebagai antisipasi jika terjadi kelangkaan gas di pasaran. Menurut Wahyu, pada H-10 Lebaran tepatnya antara tanggal 15-24 Juni sudah ada empat agen dengan 40 pangkalan menjamin stok gas melon di Wonogiri aman.

Sedangkan pada H+10 lebaran atau pada 25-6 Juli, Satgas Lebaran Wonogiri telah menetapkan sedikitnya 70 pangkalan siap beroperasi penuh selama  24 jam nonstop guna melayani konsumen.

Wahyu Widiastuti memastikan untuk saat ini kebutuhan akan gas elpiji melon masih wajar dan terkendali. Selama periode Januari hingga Mei 2017 kalangan warga Wonogiri telah menggunakan 2.730.340 tabung gas tiga kiloan tersebut.

Bupati Joko Sutopo menegaskan, agen dan kalangan harus selalu berada dalam koridor yang benar terkait distribusi gas melon. Mereka tidak boleh keluar dari rel yang berujung pada kerugian bagi masyarakat dan mereka sendiri.

 Aris Arianto