JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Miris, Ada Tiga Keluarga di Sragen Ketahuan Positif AIDS. Ternyata Ini...

Miris, Ada Tiga Keluarga di Sragen Ketahuan Positif AIDS. Ternyata Ini Penyebabnya…

5351
BAGIKAN
ilustrasi.

SRAGEN- Keganasan dan penyebaran penyakit HIV/AIDS di Sragen semakin mengkhawatirkan. Pasalnya tidak hanya laju penambahan pengidapnya yang semakin tinggi, dalam kurun empat bulan di 2017 ini, jumlah penderita AIDS yang kembali meninggal bertambah menjadi 10 orang.

Fakta itu terungkap dari data terkini yang dilansir Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sragen. Pengelola program KPA Sragen, Wahyudi mengungkapkan 10 korban AIDS itu tercatat meninggal dalam kurun Januari-April 2017.

Angka ini meningkat tajam dibanding tiga bulan awal, Januari-Maret, yang baru enam korban meninggal. Dengan demikian, selama satu bulan terakhir, ada tambahan empat pengidap AIDS yang kembali meninggal.

“Memang sudah sangat membahayakan karena penambahan korban meninggalnya juga sangat tinggi. Sampai April ini, data dari Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Sragen yang kami terima, yang meninggal sudah tambah 10 orang,” terangnya.

Tak hanya penambahan korban meninggal, Wahyudi menyampaikan salah satu yang menjadi keprihatinan adalah adanya tren penyakit AIDS yang sudah menjangkit satu keluarga. Data yang diterima KPA, hingga kini sudah ada tiga keluarga yang semua anggotanya positif terjangkit AIDS.

Mereka tercatat berdomisili di Ngrampal, Sragen dan masaran. Dari tiga keluarga itu, suami, istri hingga anak-anaknya semua sudah positif AIDS.Menurutnya, tidak adanya keterbukaan dari suami atau istri tentang kondisinya yang positif, akhirnya berimbas pada anak yang dilahirkan akhirnya ikut terinfeksi AIDS.

“Mereka rata-rata tahu dari anaknya ketika lahir diketahui positif. Biasanya ini terjadi ketika suami sudah positif lalu istrinya meninggal. Nah, suami itu nggak mau terbuka dengan calon istrinya, sehingga akhirnya ketika menikah lagi, anak yang dilahirkan itu akhirnya positif juga. Ini yang berbahaya karena seperti fenomena gunung es,” jelasnya.

Ia berharap keterbukaan dari calon suami atau istri yang sudah positif,sehingga tak sampai menyebarkan ke orang lain atau keturunannya.Sementara jumlah penderita AIDS di Sragen sendiri hingga kini sudah mencapai 603 orang.(#Wardoyo)