JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo MUI Surakarta Luncurkan Konseling Keluarga Samara

MUI Surakarta Luncurkan Konseling Keluarga Samara

29
BAGIKAN
Ilustrasi keluarga berencana. Foto :
wwwjewishtucsonorg

SOLO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta meluncurkan program konseling keluarga sakinah mawahdah warohmah (samara) di Gedung MUI Kota Surakarta, Jumat (26/5/2017). Program ini sengaja dibuat dalam rangka membina akhlak masyarakat.

“MUI secara umum membina moral dan agama. Kondisi bangsa saat ini semakin tidak baik, maka kami terdorong memperbaiki akhlak,” ujar Hj. E. Trihayutiningsih, Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Kota Surakarta.

Lanjutnya,  konseling keluarga samara telah digagas sejak tahun 2017, namun baru dapat direalisasikan awal Ramadan ini. Program ini diharap dapat menjawab berbagai persoalan yang membelit umat muslim.

“Ada keluarga yg sudah baik mendidik anak, tapi akhlak anaknya rusak karena pergaulan bebas. Ada juga keluarga yang selalu ribut karena tidak didasari pemahaman agama yang baik. Ada juga yang terjerat persoalan hukum karena ketidaktauannya. Ini beberapa persoalan yang kami tangkap,” ungkap Titin

Kebutuhan tersebut diakomodir dalam sejumlah sesi konsultasi. Diantaranya konseling psikologi, kesehatan, psikiatrik, agama, ekonomi syariah dan hukum.

Sebagai awalan, konsultasi akan dilayani setiap hari Jumat.  Setidaknya ada 18 konselor yang akan memberikan layanan konsultasi di Gedung MUI Kota Surakarta.

Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jebres, Kasmiyanto berharap program konseling keluarga samara dapat menekan angka peceraaian di kota Surakarta.

Ia menangkap adanya tren peningkatan perceraian. Di KUA Kecamatan Jebres setiap bulan paling tidak ada lima kasus perceraian.

“Tingkat perceraian tinggi di usia muda. Tiap tahun meningkat. Padahal baru nikah tiga bulan, satu tahun, tiga tahun tapi sudah mau bercerai,” ujarnya.

Arief Setiyanto