JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Mulai Juni, Balaikota Bebas Asap Rokok, Smoking Area Dibongkar

Mulai Juni, Balaikota Bebas Asap Rokok, Smoking Area Dibongkar

36
BAGIKAN
Balaikota Surakarta. Foto : DOk

SOLO – Mulai 1 Juni mendatang, area Balaikota Surakarta steril dari asap rokok baik dari pegawai maupun masyarakat yang mengurus administrasi. Selain itu, Pemkot juga berencana membongkar smoking area yang ada di kompleks perkantoran tersebut.

Keputusan tersebut diambil setelah analisa yang cukup panjang. Mengingat, selama tiga tahun berturut-turut Solo hanya menduduki peringkat Nindya dalam Kota Layak Anak (KLA).

Salah satu penyebabnya adalah masih banyaknya asap rokok yang membuat Kota Bengawan tidak ramah terhadap anak.

Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan saat ini masih melakukan pematangan terhadap kebijakan tersebut.

Mengingat, selama ini balaikota tidak hanya dipenuhi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga masyarakat dan para pekerja yang tengah menyelesaikan proyek fisik di kompleks tersebut.

“Per 1 Juni akan terapkan dan saat ini masih kita rapatkan tentang balaikota yang bebas asap rokok. Artinya, tidak hanya di dalam ruangan tetapi lingkungan Pemkot,” tegasnya, Selasa (16/5/2017).

Tidak hanya di balaikota, semua kantor instansi di Solo juga menerapkan aturan yang sama. Termasuk gedung DPRD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di luar balaikota. Meski demikian, Rudy membantah jika Pemkot melarang ASN untuk merokok.

Hanya saja, ada pembatasan terkait ruang lingkupnya. Jika ingin merokok, imbuh dia, ASN bisa merokok saat jam istirahat di luar lingkungan balaikota. Selebihnya, saat jam kerja tidak diperbolehkan merokok.

Program tersebut juga berimbas pada smoking area yang sudah dibangun beberapa tahun lalu. Lantaran tidak lagi diperbolehkan ada asap rokok, otomatis semua area merokok itu akan dibongkar.

“Kita akan bongkar semuanya. Ini kami lakukan untuk melindungi anak-anak sebagai generasi penerus. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab Solo belum masuk kategori Utama dalam KLA. Ya karena poin di bagian ini cukup besar. Dengan sterilisasi asap rokok kami harapkan dapat poin tambahan sehingga naik ke Utama,” harap dia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Surakarta, Widdi Srihanto mengaku siap mendukung program Pemkot dalam mensterilkan balaikota dari asap rokok.

Hanya saja, Widdi menjelaskan jika penilaian KLA tidak hanya mengacu pada asap rokok, tetapi juga bebas reklame rokok, taman bermain anak, hingga hak asasi anak.

Solo, kata Widdi, masih menyisakan tugas-tugas itu sehingga masih stagnan di Nindya. Kendati demikian, pihaknya berharap tahun ini bisa naik meraih Utama.

#Murniati