JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Mulai Juni, Lima Pasar Tradisional di Solo Terapkan Retribusi Elektronik

Mulai Juni, Lima Pasar Tradisional di Solo Terapkan Retribusi Elektronik

17
BAGIKAN
JoglosemarDok
LAUNCHING E-RETRIBUSI- Pedagang mencoba penggunaan kartu E-Retribusi pasar didampingi Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo pada Lauching Kartu E-Retribusi di Pasar Depok, Solo, Kamis (1/9). City.

SOLO – Sebanyak lima pasar tradisional di Solo akan menerapkan retribusi elektronik (e-retribusi) pada Juni mendatang. Hal ini molor dari rencana awal yang sedianya diterapkan mulai Maret.

Kelima pasar tradisional yang akan menyusul menerapkan e-retribusi di antaranya Pasar Tanggul, Pasar Gading, Pasar Sibela, Pasar Nongko serta Pasar Klewer.

“Kan kita tidak mudah merubah mindset orang, ya harus pelan-pelan dan sabar,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagiyo kepada Joglosemar, Senin (15/5/2017) menjawab alasan molornya waktu penerapan e-retribusi.

Subagiyo mengungkapkan pihaknya sejauh ini sudah selesai melakukan pendataan pedagang. Hal ini dilakukan sambil menunggu kesiapan alat dari Bank Tabungan Negara (BTN) selaku pihak penyedia layanan.

Sosialisasi pun sudah diberikan kepada semua pedagang, tinggal menunggu tanggal teknis pelaksanaan.

Lurah Pasar Tanggul, Dwi Prasetya Wibawa mengungkapkan pihaknya sudah selesai melakukan pendataan dan sosialisasi kepada 356 pedagang pasar. “Ya kapan pun kita siap, tinggal nunggu instruksi saja dari dinas,” terangnya.

Selanjutnya beberapa pedagang pun mengaku sudah siap melaksanakan e-retribusi.

Bahkan beberapa mengaku sudah menunggu kapan pelaksanaanya. Mereka juga mengaku sudah memahami sistem baru ini dari sosialisasi yang telah diikuti.

“Ya mau nggak mau kita sudah siap, kalau sudah aturannya begitu mau gimana lagi masa ditolak,” ujar pedagang Pasar Tanggul, Sukarti.

Pedagang Pasar Gading Handayani pun mengungkapkan hal yang serupa. Handayani mengaku sudah siap melaksanakan program e-retribusi.

Namun pihaknya kini mempertanyakan keseriusan pihak Bank BTN. “Dulu katanya April, trus Mei kayaknya bank tidak serius menangani hal ini, wong belum ada alatnya,” jelasnya

#Kukuh Subekti