Nekat Mau Lewati Jalan Kampung, Tronton Ekspedisi Ini Kena Batunya di Sidoharjo...

Nekat Mau Lewati Jalan Kampung, Tronton Ekspedisi Ini Kena Batunya di Sidoharjo Sragen

1303
Kondisi tronton ekpedisi yang melintang dan terguling di pertigaan jalur Sragen-Tanon tepatnya di jalan samping Dukuh Ngemplak, Taraman, Sidoharjo, Senin (29/5/2017). Joglosemar/Wardoyo

SRAGEN– Tidak hanya macet gara-gara tronton yang terjebak lubang besar di Sidoharjo, arus lalu lintas di jalur Pungkruk-Tanon Senin (29/5/2017) juga terusik dengan sebuah tronton yang melintang di badan jalan. Namun, tronton dari sebuah jasa ekspedisi ini terguling akibat ulah pengemudi yang nekat hendak melewati jalan kampung ke arah Patihan.

Pantauan Joglosemar, tronton panjang dengan muatan berat itu melintang separuh badan di jalur utama Sragen-Tanon tepatnya di pertigaan sebelah barat Dukuh Ngemplak, Taraman. Sementara, kepala tronton sudah membelok di jalan kampung menuju arah Desa Patihan.

Kondisi itu tak pelak membuat pengendara dari arah Patihan yang hendak menuju ke jalur utama terpaksa tak bisa lewat karena jalan dipenuhi oleh kepala tronton. Sementara untuk jalur Sragen-Tanon relative masih bisa lewat karena hanya terhalang separuh badan tronton bagian belakang saja.

Baca Juga :  Pengumuman PPDB Online Sragen Ditunda, Wali Murid Resah dan Curiga

“Sudah sejak pagi tadi jam 04.00 WIB terguling. Sopirnya sepertinya belum tahu dan nekat mau masuk jalan kampung. Padahal kan trontonnya besar dan panjang. Pas mau belok nggak nyandak akhirnya ban samping kiri nggantung dan nggak bisa lolos,” ujar Agus, salah satu warga Ngemplak.

Sopir tronton saat ditanya mengaku trontonnya sebenarnya dari arah Tanon dan hendak menuju ke Sragen. Namun karena jalan di Ngrangging terputus akibat tronton yang terjebak lubang, akhirnya ia terpaksa berputar untuk mencari jalur alternatif lewat pertigaan Ngemplak menuju ke Patihan dan Nguwer.

Baca Juga :  Ingin Tunjukkan Cinta Damai, PSHT Sambirejo Padati Jalur Bagikan Ini...

“Nggak tahunya malah nggak nyandak,” ujar sopir tersebut.

Sementara, insiden itu memantik keprihatinan dari para pengendara lainnya. Suyadi Kurniawan, salah satu tokoh masyarakat Masaran yang kebetulan melintasi lokasi kejadian, menyayangkan ulah sopir yang terkesan nekat memaksakan lewat di jalan yang bukan kelasnya.

Tidak hanya memicu musibah, hal itu juga akan merugikan masyarakat karena jalan yang dilewati kendaraan berat di luar kapasitanya, tentu akan mudah rusak.

“Itulah kalau nekat lewat di jalan yang bukan kelasnya. Malah dadi gawe dan kalau dibiarkan jalan-jalan desa dan jalan kampung bisa hancur dilewati kendaraan di luar kelasnya,” tukasnya.

Sementara hingga petang kemarin, tronton masih menunggu bantuan untuk diderek. Wardoyo

BAGIKAN