JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Oknum Perangkat Desa di Masaran Aniaya Ibu dan Dua Anak, Satu Dilarikan...

Oknum Perangkat Desa di Masaran Aniaya Ibu dan Dua Anak, Satu Dilarikan ke RSUD Sragen

901
ilustrasi

SRAGEN—Seorang perangkat desa di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Sukamto (45) mengamuk dan menganiaya ibu dan dua orang anak warga Dukuh Pilangbangu, desa setempat, Minggu (21/5/2017) pagi.

Tidak hanya memukul, perangkat desa yang menjabat sebagai kaur itu juga dilaporkan menginjak-injak hingga salah satu korban, Atika (19), mengalami luka serius dan dilarikan ke RSUD Sragen.

Ironisnya, ibu yang diketahui berinisial S (50) dan dua anak yang menjadi korban itu masih berkerabat dengan Sukamto.

Kasus penganiayaan tersebut pun langsung berujung proses hukum setelah Atika yang mengalami luka parah melapor ke Polsek Masaran.

Informasi yang dihimpun di lapangan, aksi penganiayaan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di rumah korban.

Menurut penuturan sejumlah saksi, pagi itu pelaku mendadak mendatangi rumah korban dengan marah-marah. Sempat terjadi cekcok, Sukamto kemudian kalap dan memukul S yang tak lain adalah kakaknya sendiri.

Mengetahui ibunya dianiaya, Atika berusaha melerai. Namun, upayanya justru berbalas dengan pukulan. Atika yang jatuh tersungkur, kemudian diinjak-injak oleh Sukamto. Adiknya yang masih berusia 10 tahun juga tak luput dari amukan perangkat desa tersebut.

“Penyebabnya nggak tahu, mungkin ada masalah keluarga atau apa. Yang jelas, tadi pagi (kemarin) saya ditelepon korban. Waktu saya datang, Atika kondisinya sudah luka dan muntah-muntah. Langsung kami bawa ke RSUD. Dia ngakunya dipukul dan diinjak-injak,” ujar Bambang, kerabat korban yang mendampingi di RSUD. Sementara, kondisi S dan anaknya yang kecil tidak terlalu parah dan hanya luka lebam sehingga tidak diopname.

Terpisah, saat dikonfirmasi Sukamto mengatakan, bahwa S dan dua anaknya itu masih keluarganya sendiri. Apa yang dilakukannya itu sebenarnya hanya untuk pembelajaran lantaran ia merasakan S selama ini sulit diberi masukan.

Kuwi isih mbakyuku dewe. Wonge rodo budeg, yen dikandani ngeyel. Ini jane masalah keluarga, tapi kalau memang mau dinaikkan (proses hukum) ya saya siap,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Masaran AKP Mujiono membenarkan bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan ke pihaknya. Namun, yang melapor baru Atika yang memang masih diopname di RSUD.

Menurutnya, saat ini kasus tersebut masih dilakukan pendalaman mengingat korban masih dirawat di RSUD dan belum bisa dimintai keterangan. “Mungkin besok baru (hari ini) bisa dimintai keterangan,” katanya.

Wardoyo

BAGIKAN