JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Operasional Tempat Hiburan Saat Ramadan Dibatasi, Pekan Pertama dan Terakhir Wajib Tutup

Operasional Tempat Hiburan Saat Ramadan Dibatasi, Pekan Pertama dan Terakhir Wajib Tutup

16
BAGIKAN
ilustrasi

SOLO – Semua tempat hiburan harus menutup usahanya pada tujuh hari pertama dan keempat saat bulan Ramadan. Sementara itu, untuk tujuh hari kedua dan ketiga jam operasional dibatasi.

Aturan tersebut sebenarnya sudah termuat dalam Perda Nomor 4 Tahun 2002 tentang Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum (URHU) dan Perda Nomor 3 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Namun, saat ini Pemkot dan DPRD tengah membahas penggabungan dua Perda tersebut dalam Raperda tentang Usaha Pariwisata.

“Awalnya, eksekutif tidak memasukkan pengaturan tempat hiburan saat bulan Ramadan. Namun, karena ini sifatnya rutin setiap tahunnya, maka kami masukkan dalam Raperda. Di mana, semua tempat hiburan yakni klab malam, pub, diskotek, dan karaoke pada tujuh hari pertama dan terakhir di bulan Ramadan wajib tutup,” kata Anggota Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Usaha Pariwisata DPRD Surakarta, Ginda Ferachtriawan, Jumat (19/5/2017).

Sementara itu, untuk tujuh hari kedua dan ketiga, Pansus dan eksekutif sepakat untuk membatasi jam operasionalnya.

Untuk klab malam, pub, diskotek jam bukanya diundur mulai 21.00 hingga 01.00 dini hari. Sedangkan, karaoke bisa beroperasi pada pukul 11.00 hingga 01.00 dini hari.

Bagi tempat usaha yang melanggarnya, maka akan sanksi yang diberikan oleh Pemkot, dalam hal ini sanksi administrasi.

Yakni dengan memberikan surat tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian kegiatan usaha, pembekuan Tanda Dagang Usaha Pariwisata (TDUP) serta pencabutan.

“Namun, penjatuhan sanksi lebih lengkapnya akan diatur dalam Peraturan Walikota (Perwali),” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Pansus Raperda tentang Usaha Pariwisata lainnya, M Al Amin membenarkan adanya pembatasan jam operasional tempat hiburan.

Ini dimaksudkan sebagai upaya menghormati warga yang sedang menunaikan ibadah puasa.

“Memang awalnya tidak diatur. Namun, dalam pembahasan di Pansus akhirnya disepakati untuk memasukkan poin pembatasan jam operasional khusus bulan Ramadan dalam draf Raperda,” ujar dia.

Pihaknya juga meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan untuk memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada pengelola tempat hiburan mengenai aturan tersebut.

#Murniati