JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Panti Pijat Masuk Kategori Hiburan atau Kesehatan? Ini Jawabnya

Panti Pijat Masuk Kategori Hiburan atau Kesehatan? Ini Jawabnya

81
BAGIKAN
Ilustrasi

SOLO – Para pengusaha pijat di Kota Surakarta keberatan dengan dimasukkan dalam kategori usaha hiburan. Mereka mengklaim jika usahanya bergerak di bidang kesehatan.

Penolakan tersebut disampaikan pengelola tempat pijat dalam acara hearing atau dengar pendapat tentang Raperda tentang Usaha Pariwisata. Pasalnya, Panitia Khusus (Pansus) dan Pemkot sepakat memasukkan tempat pijat sebagai usaha hiburan dan pariwisata.

Namun, versi pengusaha pijat, mereka bukanlah memberikan hiburan pada konsumen. Melainkan memberikan penyembuhan dan refleksi sehingga tubuh merasa segar dan lebih enak.

Anggota Pansus Raperda tentang Usaha Pariwisata DPRD Surakarta, Honda Hendarto mengungkapkan keresahan pengusaha tersebut berkaitan dengan kewajiban membayar pajak sebesar 10 persen kepada pemerintah. Hal itu dapat berimbas pada membengkaknya operasional tempat pijat. Sehingga dimungkinkan terjadi kenaikan tarif pijat dan berimbas pada jumlah konsumen yang menggunakan jasanya.

“Memang ada keberatan dari pengusaha tempat pijat mengenai isi Raperda. Jika dimasukkan dalam kategori tempat hiburan, maka usaha itu harus membayar pajak sebesar 10 persen dan penambahan pajak rekreasi serta hiburan yang mencapai 20 persen,” ungkap Honda usai hearing, akhir pekan lalu.

Terkait dengan penolakan dan keberatan tersebut, pihaknya bakal membahas di internal Pansus dan Pemkot dalam forum sinkronisasi. Di mana, Pansus akan melakukan penyesuaian antara masukan dari masyarakat dan draf yang sudah dibahas.

Masukan terkait dengan Raperda tentang Usaha Pariwisata juga disampaikan Suwardi dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Sondakan. Dia berharap realisasi dari Raperda tersebut bisa tepat. Pasalnya, jika Raperda ini bisa dilaksanakan dengan sungguh-sungguh maka wisatawan yang bakal berkunjung akan lebih banyak.

“Pemkot bisa mengelola dan mengembangkan objek wisata museum Samanhudi karena potensi wisatanya luar biasa. Namun, saat ini peran pemerintah masih minim sehingga museum juga kondisinya masih sederhana,” tegasnya.

Murniati