JOGLOSEMAR.CO Sport Sport Nasional Pasoepati Minta Ada Kepastian Keamanan

Pasoepati Minta Ada Kepastian Keamanan

1778
BAGIKAN
Joglosemar/Dok
SELEBRASI-Para pemain Persis Solo merayakan gol yang dicetak oleh Imam Rohmawan ke gawang Persiba Bantul pada pertandingan lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2008/2009 di Stadion Sultan Agung, Bantul. Kala itu, Persis berhasil membungkam tuan rumah dengan skor 1-0.

SOLO—Meski telah mendapat kepastian dari panpel, terkait kuota suporter, namun masih ada sejumlah hal yang mengganjal Pasoepati jelang pertandingan Persis Solo melawan Persiba Bantul.

Wakil Presiden Pasoepati Ginda Feractriawan meminta kepada Panpel Persiba Bantul untuk bisa segera memberikan jaminan keamanan terkait kedatangan Pasoepati saat mendukung tim Persis berlaga melawan tuan rumah Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung, Minggu (7/5/2017) mendatang.

Pasalnya, menurut Ginda, sampai saat ini pihak panpel Persiba baru hanya sebatas memberikan kouta kedatangan Pasoepati, tanpa memberikan keamanan dan kenyamanan.

“Sampai saat ini kami masih menunggu. Namun kami tak hanya menunggu, kami juga sudah menghubungi kepolisian Bantul. Jika rekomendasi kepolisian untuk Pasoepati memang belum ada,” jelas Ginda kepada Joglosemar, Kamis (4/5/2017).

Ginda pun ingin mengingatkan kepada Panpel Persiba, agar tidak hanya sekadar menjual tiket saja, tanpa bisa memberikan kepastian yang jelas terkait kedatangan Pasoepati.

Ginda menyatakan, jika nantinya Pasoepati bisa datang namun dilarang menggunakan atribut, maka pihaknya secara tegas langsung menyatakan tidak setuju.

“Saya rasa itu bukan solusi. Okelah, teman-teman Pasoepati boleh datang tanpa atribut. Namun saat perjalanan mereka menggunakan kendaraan berplat nomor Kota Solo. Apakah itu jaminan akan kondusif? Tidak kan? Saya rasa kalaupun ditolak kedatangannya, saya yakin teman-teman Pasoepati tetap datang. Karena ini bentuk militan Pasoepati,” papar Ginda.

Ginda berharap, secepatnya segera ada kepastian. Apalagi pertandingan telah diundur sehari menjadi Minggu (7/5/2017).

Raditya Erwiyanto