Pelajar Klaten Ramai-ramai Hapus Vandalisme

Pelajar Klaten Ramai-ramai Hapus Vandalisme

89
Joglosemar | Dani Prima
BERSIHKAN VANDALISME—Aksi membersihkan coretan hasil euforia lulusan di Taman Gayamprit, Rabu (4/5).

KLATEN—Rombongan brutal konvoi kelulusan juga melakukan aksi vandalisme. Mereka mencorat-coret bangunan di sejumlah tempat publik yang ada di wilayah Klaten.

Mengetahui itu, sebagian pelajar dan beberapa komunitas di Klaten langsung mengambil sikap. Bangunan yang terkena aksi corat-coret tersebut langsung dibersihkan.

Salah satunya di Taman Gayamprit di Kampung Kaloran, Desa Gayamprit Kecamatan Klaten Selatan, Rabu (3/5/2017).

Salah satu pelajar Zilmy Efis (17) yang juga Ketua OSIS SMA Negeri 1 Klaten mengaku prihatin dan menyayangkan aksi vandalisme itu. Selain itu, pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa tidak semua pelajar di Klaten brutal.

“Hari ini kami mengikuti aksi membersihkan taman untuk menunjukkan bahwa ada pelajar di Klaten  tidak mendukung aksi pengrusakkan dan kami juga tidak mendukung aksi kekerasan yang dilakukan oknum pelajar di Klaten kemarin,” katanya.

Baca Juga :  Seorang Pemudik asal Klaten Tewas Dalam Kecelakaan di Purbalingga, Ini Data Korban

Zilmy juga mengecam aksi perusakan dan kekerasan saat konvoi kelulusan di beberapa tempat di Klaten kemarin.

“Pelajar seharusnya tidak melakukan aksi anarkis seperti itu. Sebenarnya kami saat hari kelulusan kemarin ingin melakukan aksi bakti sosial, karena situasi tidak mendukung, maka kami batalkan,”ungkapnya.

Sementara itu, Catur Pratanto salah satu anggota Komunitas Kali Lunyu yang mengikuti aksi tersebut mengatakan, aksi bersih-bersih vandalisme ini juga diikuti oleh anggota komunitas Facebook seperti  Komunitas Peduli Klaten, Info Seputar Klaten dan Info Cegatan Klaten.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten Gelar Sahur On The Road

“Kami tergerak mengikuti aksi ini, karena merasa prihatin dengan kondisi taman yang sudah tidak nyaman lagi akibat aksi vandalisme. Padahal taman ini merupakan ruang publik,”jelasnya.

Menurut Catur, aksi membersihkan corat coret dengan mengecat kembali bangunan, dilakukan dengan cara iuran untuk membeli cat dan kuasnya.

“Ada yang iuran beli cat dan kuas. Dan nantinya kita akan melakukan penjagaan di Taman Gayamprit ini. Agar aksi vandalisme ini tidak terulang,” ungkapnya.

Informasi yang didapat, para pelajar dan anggota komunitas di Klaten ini juga melakukan aksi membersihkan bangunan di Taman Lampion, Taman Gergunung dan Hutan Kota Sungkur.

Dani Prima

BAGIKAN